Memilih Saham: Analisa Fundamental vs Analisa Teknikal

Beberapa tahun belakangan, jumlah investor meningkat cukup pesat. Kenaikan jumlah investor didominasi oleh generasi muda antara usia 20 tahun hingga 35 tahun. Nah, apa yang sebenarnya melatarbelakangi kenaikin ini? Instrumen investasi yang paling digandrungi saat ini adalah reksadana dan saham. Kemudahan berinvestasi dengan nominal yang kecil menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya jumlah investor. Selain itu, ajakan dari influencer juga menyumbang peran.

Bicara tentang influencer, apakah anda salah satu yang memulai investasi akibat dorongan dari influencer? Untuk investasi saham, apakah anda memilih saham berdasarkan ajakan influencer? Nah, ini yang harus di perdalam. Ikut-ikutan membeli saham tertentu dari ajakan influencer tanpa ada dasar yang jelas akan berakibat fatal dan wajib dihindari. Boleh saja mengikuti influencer atau investor ternama asalkan mereka memiliki dasar-dasar yang menurut anda masuk akal. Dasar-dasar seperti apa yang dimaksud? Utamanya adalah analisa fundamental dan/atau analisa teknikal. Simak penjelasan berikut untuk memahami analisa fundamental dan analisa teknikal.

Pengertian Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Analisa fundamental adalah analisa yang mempelajari tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Kondisi keuangan akan digunakan sebagai dasar untuk memprediksi bagaimana kinerja suatu perusahaan. Kinerja ini berkaitan dengan apakah perusahaan akan tumbuh, apakah perusahaan akan bertahan lama, atau apakah perusahaan mampu mencetak laba. Sumber data yang biasanya digunakan berupa laporan keuangan atau rasio-rasio seperti PBV, PER, ROE, dan sebagainya.

Baca Juga: Membedakan Konsep Dasar Value Investing dan Trading Saham

Analisa Teknikal analisa yang mempelajari grafik pergerakan harga saham suatu perusahaan. Grafik pergerakan harga saham akan digunakan sebagai dasar untuk memprediksi apakah harga saham suatu perusahaan akan naik atau turun. Sumber data yang biasanya digunakan untuk analisa teknikal biasanya berupa candlestick chart, tren pergerakan harga saham, serta volume dan/atau nilai transaksi saham di bursa.

Analisa Fundamental ideal untuk investasi jangka panjang dengan harapan perusahaan terus tumbuh dan membagikan dividen
Analisa fundamental digunakan oleh investor jangka panjang untuk memprediksi kinerja dan pertumbuhan perusahaan di masa depan dengan menggunakan data laporan keuangan serta rasio-rasio keuangan

Tujuan Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Analisa Fundamental bertujuan untuk memprediksi kinerja suatu perusahaan di masa depan. Dengan melakukan analisa fundamental, investor mengharapkan perusahaan yang dibeli sahamnya dapat meningkatkan laba dan tumbuhnya nilai perusahaan di masa depan. Investor akan mendapatkan keuntungan berupa dividen serta naiknya harga saham untuk jangka panjang.

Analisa Teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan. Dengan melakukan analisa teknikal, investor mengharapkan harga saham yang dibeli naik dan menjualnya dengan harga yang lebih mahal. Dengan begitu, investor akan mendapatkan keuntungan atas selisih harga beli saham dan harga jual saham (capital gain) baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah.

Analisa teknikal digunakan oleh investor jangka pendek atau menengah (trader) untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan dengan menggunakan data berupa grafik harga serta volume dan/atau nilai transaksi saham di bursa

Analisa Fundamental vs Analisa Teknikal, Mana yang Digunakan?

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, analisa fundamental lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang yang berorientasi pada kinerja dan kelangsungan hidup perusahaan. Tanpa analisa fundamental yang benar, kita tidak bisa memprediksi apakah perusahaan mampu mencetak laba atau malah merugi di masa depan. Selain itu, kita juga harus tahu apakah perusahaan yang kita pilih mampu bertahan dan melangsungkan bisnisnya atau akan bangkrut.

Baca Juga: Analisis Rasio Fundamental Saham Yang Perlu Dipahami Dalam Jual Beli Saham

Di lain sisi, analisa teknikal lebih berpatokan pada pergerakan harga saham dan volume transaksi di bursa. Dengan analisa teknikal yang akurat, kita bisa memprediksi untuk membeli saham di harga serendah-rendahnya dan menjualnya di harga setinggi-tingginya dalam jangka pendek atau menengah.

Bagaimana jika menggunakan analisa fundamental sekaligus teknikal? Tentu bisa, malah sangat disarankan. Sebagai contoh, anda melakukan analisa fundamental atas perusahaan tertentu. Dari hasil analisa anda, peruahaan tersebut memiliki kinerja yang baik dengan laba yang terus naik setiap tahun. Namun, ketika anda melakukan analisa teknikal, anda menemukan bahwa harga saham terus menurun dan volume transaksinya sangat kecil. Nah, dari sini anda tahu bahwa anda data anda kurang atau tidak valid atau ada faktor lain yang perlu anda pertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *