Membedakan Konsep Dasar Value Investing dan Trading Saham

Pemahaman yang setengah-setengah melahirkan perdebatan tentang Value Investing dan Trading Saham. Ada beberapa perdebatan mengenai mana yang lebih baik, kenapa harus dihold lama, dan sebagainya. Padahal, pada dasarnya value investing benar-benar aktivitas yang berbeda dengan trading saham yang tentu tidak perlu diperdebatkan. Untuk itu, yuk langsung kita bandingkan perbedaan utamanya.

Value Investing vs Trading

Secara dasar, value investing dan growth investing berbeda dengan trading, baik dari sisi jenis kegiatan, risk and return, serta priority and concern. Kita akan bahas setidaknya dari tiga sisi ini.

1. Jenis Kegiatan dan Tujuan

Value investing dan growth investing adalah sebuah kegiatan investasi, yang mana dilakukan dalam jangka menengah hingga panjang dengan tujuan tertentu, entah untuk tujuan pensiun, membeli rumah, atau tujuan tertentu lainnya. Value investing dan growth investing dilakukan untuk mempertahankan nilai aset serta mengharapkan mendapat keuntungan baik dari capital gain maupun dividen.

Di lain sisi, trading bisa dikatakan sebuah pekerjaan. Trading bisa dilakukan menjadi pekerjaan utama sebagai full-time trader atau menjadi pekerjaan sampingan. Trading dilakukan dengan memperjual-belikan saham dalam jangka pendek hingga menengah, bisa hitungan menit, jam, hari, minggu, atau bahkan bulan. Sebagai pekerjaan, diharapkan trading memberikan penghasilan bagi trader melalui capital gain atas naiknya harga saham yang dibeli untuk dijual kembali.

Baca Juga: Tips Mengurangi Risiko Trading Saham

2. Risk and Return

Dari sisi potensi, trading memberikan potensi return yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih singkat. Namun, perlu diingat bahwa potensi kerugian dalam waktu yang singkat juga lebih tinggi. Trading tanpa disertai ilmu sama saja dengan gambling/berjudi, trading dengan ilmu yang dangkal disebut sebagai spekulator, sedangkan melakukan trading disertai dengan ilmu yang memadai baru layak disebut pekerjaan sebagai trader.

Berbeda dengan trading yang membutuhkan waktu untuk mengamati pergerakan pasar bursa, value investing dan growth investing tidak membutuhkan terlalu banyak waktu untuk mengamati pergerakan pasar. Value investing dan growth investing hanya investasi, sedangkan penghasilan didapatkan dari pekerjaan lainnya. Dengan menginvestasikan aset pada saham, diharapkan untuk produktif dibandingkan dengan menganggurkan asetnya pada tabungan serta mendapatkan return yang lebih tinggi dari deposito dan obligasi untuk mencapai tujuan.

3. Priority and Concern

Yang menjadi prioritas bagi trader adalah pergerakan harga saham yang dimiliki. Umumnya, analisis pada trader berawal dari teknikal serta mekanisme dan psikologi pasar. Idealnya, trader membeli saham dengan harga yang rendah dan menjualnya ketika harganya tinggi. Pada situasi terburuk, yang ditakutkan adalah harga saham yang dimiliki sedang terjun bebas, dimana akan menuntut trader untuk mengambil keputusan apakah akan dijual rugi/cut-loss atau ditahan hingga harga saham membaik.

Sedangkan dari sisi value/growth investor, prioritas utamanya adalah pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Dividen juga menjadi faktor yang turut dipertimbangkan. Dalam memutuskan memilih emiten yang akan dibeli sahamnya, umumnya value/growth investor berangkat dari fundamental, company profile, serta bidang bisnis yang dijalankan. Pada situasi terburuk, yang menjadi momok bagi value/growth investor adalah perusahaan yang dimiliki sahamnya tidak mampu mengembangkan bisnisnya atau bahkan gulung tikar.

Baca Juga: Investasi Jangka Panjang Untuk Persiapan Dana Pensiun di Hari Tua

Kesimpulan

Jadi, pada intinya keduanya adalah aktivitas yang secara dasar sudah berbeda, tak perlu ada perdebatan lagi mana yang lebih baik. Value investing dan growth investing bisa dilakukan dengan menyisihkan penghasilan untuk investasi, sedangkan trading saham dilakukan untuk mendapatkan penghasilan baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan. Trader pun juga bisa menginvestasikan penghasilan yang didapatkan dari trading ke saham sebagai value/growth investor, tapi tentunya dengan tetap mempertimbangkan diversifikasi untuk meminimalkan resiko.

One thought on “Membedakan Konsep Dasar Value Investing dan Trading Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *