Waspada! Jangan Sembarangan Klik Link di Email!

Jangan sembarangan klik link di email agar tidak menjadi korban kejahatan cyber. Ini cara menghindarinya.

Surat elektronik atau e-mail merupakan salah satu cara komunikasi berbasis internet. Namun, penyalahgunaannya semakin marak hingga memunculkan imbauan jangan sembarangan klik link di email. Terlebih mengingat fungsi e-mail saat ini sangat penting hingga menyangkut data-data yang bersifat rahasia.

Pengertian, Perkembangan, dan Fungsi Penting E-Mail Saat Ini

Electronic mail (e-mail) memiliki deskripsi sederhana sebagai cara bertukar multi pesan berbasis digital. Jadi, Anda dapat mengirim satu pesan yang sama kepada beberapa alamat e-mail sekaligus namun menerima balasannya secara personal. Semula, fungsi dari surat elektronik (surel) ini hanya sebagai media berkomunikasi jarak jauh.

Seiring waktu, fungsi e-mail kian meluas, terlebih melalui dukungan teknologi yang berkembang kian pesat. Surel kemudian menjadi salah satu syarat wajib dalam mendaftar berbagai platform jejaring sosial populer seperti Facebook dan Instagram. Seiring kemudian, e-mail dimasukkan dalam daftar identitas penting dalam berbagai keperluan seperti pendaftaran rekening.

Bila dijabarkan, surel memiliki banyak fungsi penting saat ini yang membuat Anda harus lebih mawas terhadap peringatan untuk jangan sembarangan klik link di email:

  1. Kunci pendaftaran dan verifikasi akun sosial media.
  2. Identitas registrasi akun  perbankan, baik offline maupun online.
  3. Syarat utama penggunaan perangkat ponsel pintar.
  4. Syarat pendaftaran dan penggunaan berbagai aplikasi di gawai, khususnya aplikasi-aplikasi berbasis fintech.
  5. Verifikasi identitas berikut silsilah keluarga dan masih banyak lagi.

Dapat disimpulkan bahwa e-mail merupakan sumber berbagai informasi penting pemiliknya sehingga harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

Baca Juga: Mengenal Phising dan Cara Menghindarinya

Bahaya Sembarangan Klik Link di Surat Elektronik

Tidak berlebihan bukan jika mengingatkan Anda untuk tidak asal saja membuka tautan yang masuk melalui penjabaran di atas? Namun, tidak ada salahnya bila Anda mengetahui bahaya atau risiko yang mungkin terjadi bila tetap melakukan tindakan ceroboh tersebut:

1. Pencurian Data Oleh Oknum Tidak Bertanggung Jawab

Risiko pertama tentu adalah pencurian data-data yang bersifat pribadi seperti identitas diri yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan merugikan. Contohnya, pembobolan rekening, pengajuan pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga penyalahgunaan untuk tindakan penipuan. Anda tentu menjadi yang paling dirugikan bila hal-hal tersebut sampai terjadi.

2. Pengambilalihan Akun Jejaring Sosial dan Dimanfaatkan untuk Kegiatan Negatif

Media sosial memiliki pengaruh atau impact yang besar dan luas. Tidak jarang seseorang berniat jahat mencuri akun seseorang yang populer di jejaring sosial melalui pengiriman link disertai bug. Anda tentu tidak ingin akun media sosial yang dimiliki dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal buruk seperti hate speech, bukan?

3. Perusakan Perangkat Jarak Jauh

Tautan bisa mengandung virus yang dapat merusak perangkat dalam waktu singkat atau sekarang membuatnya crash. Ini juga sebabnya jangan sembarangan klik link di email. Sebab, peretas terkadang hanya ingin main-main dengan merusak perangkat orang lain dengan menanamkan virus pada tautan yang disebarkannya.

4. Digunakan untuk Bisnis Abal-Abal

Email seseorang dengan jenjang karier atau popularitas cukup bisa dijadikan sebagai alat untuk pendirian usaha palsu. Seluruh identitas Anda digunakan melalui data yang dicuri, kemudian menjadi jaminan atas bisnis oknum tersebut. Bila terjadi kesalahan, bisa jadi Anda yang harus menanggung semua kerugian meski tidak tahu menahu tentang kronologi kejadian.

5. Memperlambat Koneksi Jaringan

Malware yang ditanam pada link bisa jadi bertujuan untuk menyabotase jaringan internet yang digunakan. Seorang peretas andal dapat memanfaatkannya agar bisa mendapatkan akses internet dari jaringan target. Beban dari jaringan tersebut otomatis bertambah sehingga tidak jarang berujung membuat koneksinya melambat secara drastis.

Baca Juga: Tips Menghindari Malware/Virus ketika Browsing

Cara Menghindari Risiko Korban Tautan Berbahaya di E-mail

Mengerikan bukan jika Anda harus menanggung risiko-risiko tersebut hanya karena asal klik link saja? Oleh karenanya, penting untuk memahami beberapa cara untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak sampai terjadi:

1. Tidak Sembarangan Membagikan E-mail

Anda harus lebih selektif dalam memberikan alamat surel pada orang lain. Pilih orang-orang terdekat yang memang sudah terbukti dapat dipercaya. Sebisa mungkin jangan memajang alamat e-mail di halaman media sosial atau website pribadi. Hal ini jelas akan mengundang niat-niat jahat dari para oknum tidak bertanggung jawab.

2. Memiliki Dua E-mail Berbeda Fungsi

Bila profesi Anda mengharuskan untuk bertukar e-mail dengan banyak orang, buat dua akun untuk fungsi yang berbeda. Pisahkan alamat surel untuk keperluan pekerjaan dengan kebutuhan pribadi. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir data pribadi Anda diretas melalui e-mail. Selain itu juga akan lebih praktis dan efisien dalam pengelolaannya.

3. Memperketat Pengaturan E-mail yang Dimiliki

Guna mengantisipasi agar jangan sembarangan klik link di email berikutnya adalah dengan mengotak-atik pengaturan akun. Pastikan e-mail Anda memiliki setting yang ketat di mana sender maupun isi pesan yang terindikasi berbahaya tidak akan sampai ke kotak masuk Anda. Jadi, Anda bahkan tidak perlu menerima dan membaca pesan berisi tautan itu.

4. Memanfaatkan Proteksi dari Antivirus di Perangkat

Jangan sembarangan klik link di email karena jika mengandung virus akan merepotkan. Namun, Anda bisa mengantisipasinya dengan memasang anti virus. Baik ponsel maupun PC wajib terinstalasi anti virus agar saat terserang malware langsung memblokir, mengarantina, kemudian memusnahkannya dari sistem.

Baca Juga: Tips Menggunakan VPN dengan Aman

Modus Operandi E-mail dengan Tautan Malware

Lantas, bagaimana jika sudah melakukan tahapan-tahapan antisipasi di atas namun tetap mendapatkan kiriman surel berisi tautan tersebut? Maka Anda perlu mengetahui modus operandi oknum-oknum tidak bertanggung jawab itu agar jangan sampai klik link yang berisiko:

1. E-mail Undian Berhadiah

Sering sekali iming-iming undian berhadiah menjadi kedok mengirimkan surel berisi tautan pada calon korban. Mirisnya, masih banyak yang tergiur dengan modus operandi ini sehingga tanpa pikir panjang mengeklik tautan. Padahal link tersebut berisi permintaan mengisi data-data pribadi yang seharusnya tidak sembarangan diberikan pada orang lain.

2. E-mail Dana Bantuan Pemerintah

Modus operandi selanjutnya dengan iming-iming dana bantuan dari pemerintah. Terlebih jika nominal yang ditawarkan cukup besar. Alasan ini cukup mampu memengaruhi orang-orang dengan sukarela mengisikan data pribadi pada formulir yang disertakan pada tautan tanpa curiga. Padahal, dana bantuan pemerintah tidak disalurkan melalui metode tersebut.

3. E-mail Donasi

Jika sebelumnya iming-iming ‘diberi’ yang digunakan, modus yang satu ini justru berkedok mengajak ‘memberi’. Terlebih saat ini sedang tren penggalangan dana bantuan secara daring. Tautan akan diarahkan pada website abal-abal berisi tujuan pengumpulan dana hingga menimbulkan rasa iba. Padahal, dana yang terkumpul tidak benar-benar disalurkan.

Masih banyak lagi berbagai modus operandi yang digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab guna menjerat calon korbannya melalui tautan di e-mail. Anda tentu tidak ingin menjadi salah satu korban tersebut, bukan?

Seiring waktu, surat elektronik memiliki fungsi yang semakin penting. Di masa depan bisa dipastikan urgensinya akan semakin meningkat. Sebab itu, selalu ingat untuk jangan sembarangan klik link di email agar tidak menimbulkan kerugian pada diri Anda sendiri. Selalu berhati-hati agar tidak menjadi korban kejahatan cyber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *