Tips Menghindari Malware/Virus ketika Browsing

Apa tips menghindari malware/virus ketika browsing agar data di gadget Anda tetap aman? Yuk, simak ulasannya di sini!

Anda sudah tahu apa tips menghindari malware/virus ketika browsing? Saat ini, semua orang sudah dimudahkan dengan teknologi, salah satunya adalah dengan internet. Banyak hal tersedia di sana. Itu sebabnya, browsing atau berselancar sudah menjadi bagian yang mafhum dilakukan banyak orang. Namun, tentu Anda tahu, ada banyak celah yang membuat data bocor saat berselancar.

6 Tips Menghindari Malware/Virus ketika Browsing

Salah satu penyebab data Anda bocor adalah karena virus atau malware yang menyelinap tanpa Anda sengaja. Bisa karena Anda mengklik sesuatu, atau karena Anda mengunduh sesuatu. Virus ini ditugaskan untuk mencuri data Anda. Sangat mungkin data Anda tersebut disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan baik besar maupun kecil.

Ini mengapa, tahu dan paham cara berselancar dengan aman penting Anda mengerti. Mari, simak selengkapnya tips menghindari malware/virus ketika browsing pada artikel kali ini!

Gunakan Browser Terbaru

Gadget apapun yang Anda gunakan, umumnya akan menyarankan update pada jangka waktu tertentu. Beberapa orang mungkin berpikir, update ini hanya akan membuang waktu. Atau, jika Anda adalah pengguna smartphone, update aplikasi hanya akan menghabiskan kuota data Anda.

Jangan salah! Sebenarnya setiap permintaan update aplikasi atau software dilakukan untuk menambah kenyamanan pengguna. Sudah pasti, versi terbaru adalah versi penyempurnaan dari versi sebelumnya. Penyempurnaan ini dilakukan bukan semata-mata untuk menambah fitur atau mengubah tampilan saja. Seringkali penyempurnaan ini berkaitan dengan sisi keamanan aplikasi atau software tersebut.

Menariknya, hal ini tidak hanya terlaku untuk aplikasi tertentu saja. Aplikasi untuk browsing pun juga tidak luput dari update dan penyempurnaan. Karena itu, jangan ragu untuk melakukan pembaharuan aplikasi Anda jika diminta.

Baca Juga: Pengertian Malware

Sebaiknya, Gunakan Browser yang Bisa Disinkronkan

Rata-rata, setiap browser sudah bisa memiliki fitur sinkronisasi. Justru sulit mungkin, untuk menemukan browser yang tidak memiliki fitur ini. Sayangnya, tidak semua orang yang menggunakan browser selalu menyinkronkan browser dengan email milik pengguna, dalam hal ini adalah Anda.

Lantas apa fungsi sinkronisasi ini? Fungsi singkronisasi ini adalah untuk menyimpan history penulusuran Anda. Tidak hanya itu, password yang Anda gunakan untuk login ke suatu situs juga akan disimpan oleh browser.

Hal ini akan memudahkan Anda untuk menelusuri kembali situs-situs yang ingin Anda kunjungi kembali. Data Anda juga akan terlindung sehingga tidak akan bisa dibaca oleh pihak tertentu yang ingin memanfaatkan data Anda. Ini tentu pilihan yang baik untuk tetap menjaga data Anda selama berselancar di dunia maya.

Bersihkan Sampah Penjelajahan Anda

Apalagi cara yang bisa dicoba agar terhindar dari malware? Anda bisa membersihkan sampah penjelajahan Anda selesai browsing. Memang, hal ini sering kali dilupakan. Padahal membersihkan sampah penjelajahan ini penting agar data-data Anda tidak berpindah tangan ke orang yang tidak tepat.

Sampah penjelajahan yang dimaksud adalah cache dan cookies. Cache sendiri lebih pada sampah situs-situs yang Anda kunjungi. Sehingga, semuanya terekam dalam cache ini. Cookies adalah sampah yang menyimpan password serta username saat Anda login ke situs-situs tertentu.

Lantas, di mana letak tidak amannya ketika Anda tidak menghapus sampah penjelajahan ini? Letak tidak amannya adalah karena sampah semacam ini sering menjadi tempat untuk malware mengambil data Anda. Bisa jadi itu adalah data tentang situs-situs penjelajahan Anda, bisa juga data tentang password dan username Anda. Dan jika itu terjadi, tentu saja Anda harus berhati-hati.

Yang perlu Anda tahu saat Anda membersihkan sampah penjelajahan, Anda tidak akan bisa melihat kembali situs mana yang sudah Anda telusuri. Anda juga harus kembali memasukkan username serta password pada situs tertentu yang sebelumnya sudah berstatus login.

Dan itu sebabnya, Anda butuh waktu lebih lama daripada sebelum Anda membersihkan sampah penjelajahan. Kecuali jika Anda sudah mensinkronkan browser dengan email Anda.

Baca Juga: Cara Mengatasi Malware

Aktifkan Fitur ‘Jangan Lacak’ pada Browser Anda

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari malware saat browsing adalah mengaktifkan fitur ‘jangan lacak’. Fitur ini berfungsi untuk membuat pihak tertentu tidak bisa melacak kebiasaan Anda selama berselancar di dunia maya. Maksudnya, suatu situs bisa saja melacak minat Anda dari apa saja yang Anda telusuri. Data minat Anda ini lantas dijadikan acuan untuk menampilkan iklan kepada Anda.

Sayangnya, tidak semua situs taat pada hal ini. Artinya, meskipun Anda sudah mengaktifkan ‘jangan lacak’, mereka akan tetap melakukan pelacakan minat Anda. Untuk itu, meskipun Anda dianjurkan untuk mengaktifkan fitur ini, Anda tetap tidak punya cara untuk mencegah situs tertentu melakukannya.

Malware dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti yang disebutkan di bawah ini.
Malware dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kurang berhati-hati ketika browsing, termasuk memasang aplikasi gratisan dengan ceroboh.

Pasang Antivirus pada Perangkat Anda

Memasang antivirus adalah pilihan bijak untuk menghindari malware yang mungkin saja menyusup ke perangkat Anda saat tengah browsing. Umumnya, setiap antivirus akan mendeteksi segala jenis malware termasuk spyware yang kerap digunakan hacker untuk mencuri data.

Saat ini tentu sudah banyak antivirus yang bisa membantu Anda baik dalam versi gratis atau versi berbayar. Anda bisa menggunakan versi manapun sejauh bisa membuat data-data Anda aman. Selanjutnya, Anda hanya harus berhati-hati dan tidak sembarangan dalam berselancar. Dan tentu saja dengan bersikap bijak.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Malware

Menjelajahlah dengan Bijak

Menjelajah dengan bijak adalah salah satu cara terampuh agar perangkat Anda tidak disusupi malware. Tentu saja, jika tidak ada malware yang menyusup, data Anda akan jauh lebih aman.

Tetapi, apa maksud bijak dalam menjelajah itu? Apa saja hal yang bisa menjadi celah malware masuk ke dalam perangkat Anda? Ada banyak celah yang bisa menjadi lubang masuk malware ke dalam perangkat. Karena itu, bijaklah dalam menjelajah. Caranya sebagai berikut:

  • Kunjungi situs-situs yang aman. Biasanya, setiap browser akan memberikan alarm saat situs yang ingin Anda akses berisiko. Jika Anda lanjutkan, Anda harus siap menanggung akibatnya.
  • Jangan mudah, mengklik pop-up atau iklan-iklan yang muncul saat Anda mengunjungi situs tertentu. Ini mengapa, Anda disarankan untuk memblokir pop-up lewat fitur browser. Sebab, pop-up cenderung menjadi celah untuk malware menyelinap ke perangkat Anda.
  • Jangan mudah mengunduh file yang Anda sendiri tidak yakin aman. Terutama file yang diunduh secara gratis, sangat rentan disusupi malware. Apapun formatnya, baik tulisan, video, atau audio, pastikan untuk selalu berhati-hati.
  • Jika Anda ingin mengunduh, sebaiknya unduh file dari situs-situs yang legal dan bisa dipertanggungjawabkan.
  • Jangan mudah menginstal aplikasi atau software, terutama yang sifatnya ilegal. Aplikasi dan software semacam itu rentan sekali membawa virus atau malware.
  • Pastikan untuk menggunakan software asli dan bukan bajakan.

Tips-tips di atas sangat cukup untuk menjaga Anda agar terhindar dari malware. Bisa jadi, ini terlihat sulit. Tetapi, jika Anda benar-benar melakukannya, Anda tidak akan merasakan kesulitan itu. Sebab, hal yang paling inti dari tips menghindari malware/virus ketika browsing ini adalah bijak. Jangan sembarangan dan terus berhati-hati. Itu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *