Inilah Perbedaan Panel Surya Monocrystalline dan Polycrystalline

Pilih panel surya mono atau polikristalin? Sebelum memutuskannya, yuk baca dulu perbedaan panel surya monocrystalline berikut.

Energi matahari bisa menjadi salah satu energi alternatif yang bisa dikonversi menjadi listrik adalah. Pengubahan energi matahari menjadi listrik bisa dengan bantuan alat bernama panel surya. Terdapat dua panel surya yang sekarang dikenal, yakni monokristalin dan polikristalin. Apakah perbedaan panel surya monocrystalline dan polycrystalline?

Berkenalan dengan Panel Surya Monokristalin dan Polikristalin

Istilah panel surya di sini merujuk pada panel surya fotovoltaik yang dapat menghasilkan listrik, bukan panel surya pengumpul sinar matahari. Saat ini, nyaris 90% fotovoltaik dibuat dari beberapa variasi silikon. Silikon yang digunakan untuk panel surya umumnya dalam bentuk PV, hanya berbeda di kemurnian silikonnya. Semakin murni silikon yang digunakan, semakin selaras molekulnya, maka semakin baik efek fotolistriknya.

Supaya bisa swadaya energi, Anda wajib juga memahami cara merakit pembangkit listrik tenaga surya rumahan sehingga lebih hemat
Panel surya bisa menjadi sarana penghasil listrik tebaharukan yang sangat potensial di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Panel Surya Monokristalin

Panel surya ini sering juga disebut sebagai silikon kristal tunggal dan bentuk fisiknya cukup mudah dikenali. Panel surya monokristalin terbilang memiliki silikon dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

Bahan baku pembuatan panel surya monokristalin adalah ingot silikon yang berbentuk silindris. Empat sisinya dipotong sehingga terbentuk wafer silikon dan bisa mengoptimalkan kinerja serta menurunkan biaya pembuatannya. Wafer-wafer silikon itu nantinya yang akan memberi panel surya karakteristiknya masing-masing.

Kelebihan dan Kekurangan Panel Surya Monokristalin

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh panel surya monokristalin adalah sebagai berikut.

  1. Karena terbuat dari silikon berkualitas terbaik, tingkat efisiensinya juga tertinggi, biasanya mencapai 15-20%.
  2. Lebih hemat ruang karena memerlukan lebih sedikit ruang dibanding yang lain, namun menghasilkan output daya tertinggi.
  3. Memiliki umur panjang hingga 25 tahun.

Sedangkan kekurangan dari panel surya monokristalin adalah sebagai berikut.

  1. Harganya paling mahal dibandingkan jenis lain.
  2. Rentan mengalami kerusakan jika sebagian panel surya tertutup dengan kotoran.
  3. Proses Czochralski (empat sisi silikon untuk membuat wafer silikon) membuat sebagian besar silikon menjadi limbah.
  4. Kinerjanya cenderung lebih efisien ketika cuaca hangat dan ketika suhu naik, kinerja dapat menurun cukup signifikan.

Baca Juga: Merakit Pembakit Listrik Tenaga Surya Rumahan

Panel Surya Polikristalin

Sebelum membahas perbedaan panel surya monocrystalline dan polycrystalline, mari berkenalan dulu dengan panel surya polikristalin. Panel surya ini disebut juga sebagai multi-kristalin dan telah dipasarkan sejak 1981.

Pembuatan panel surya polikristalin tidak membutuhkan proses Czochralski. Secara garis besar, pembuatannya dengan melelehkan dan menunangkan silikon mentah ke dalam cetakan berbentuk persegi. Adonan tersebut kemudian didinginkan dan dipotong menjadi wafer silikon.

Kelebihan dan Kekurangan Panel Surya Polikristalin

Beberapa kelebihan dari panel surya polikristalin adalah sebagai berikut.

  1. Proses pembuatan lebih sederhana sehingga harga menjadi lebih murah.
  2. Limbah silikon yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan dengan panel surya monokristalin.
  3. Meski memiliki toleransi panas sedikit lebih rendah dibandingkan panel surya monokristalin, namun efek peningkatan suhu terhadap kinerja tidak signifikan.

Sedangkan kekurangan dari panel surya polikristalin adalah sebagai berikut.

  1. Kemurnian silikon lebih rendah, sehingga efisiensi hanya berkisar 13-16%.
  2. Ukuran lebih besar dibandingkan panel surya polikristalin, sehingga efisiensi ruang lebih rendah.
  3. Secara tampilan, panel surya polikristalin kurang menarik.

Baca Juga: Perbedaan Deep Cycle Battery dengan Baterai Mobil (Aki)

Perbedaan Panel Surya Monokristalin dan Polikristalin

Berikut ini beberapa hal yang menjadi perbedaan dari panel surya monokristalin dan polikristalin.

  1. Sel surya monokristalin disusun dari kristal silikon tunggal, sedangkan sel surya polikristalin disusun dari peleburan beberapa kristal silikon.
  2. Struktur kristal di panel surya monokristal diposisikan sejajar, sedangkan pada panel surya polikristal memiliki struktur kristal tidak sejajar.
  3. Sel surya pada panel surya monokristal berbentk heksagonal atau lingkaran, sedangkan pada polikristal berbentuk persegi atau persegi panjang.
  4. Efisiensi panel surya monokristal lebih tinggi dibandingkan, namun harganya juga lebih mahal dibandingkan panel surya polikristal.
  5. Ukuran panel surya monokristalin lebih kecil dibandingkan panel surya polikristalin.
  6. Panel surya monokristalin tampak teduh dengan warna gelap, sedangkan polikristalin memiliki banyak naungan dengan warna biru.
  7. Listrik yang dihasilkan panel surya monokristalin sebesar 360-380 W, sedangkan pada polikristalin dihasilkan listrik sebesar320-340 W setiap 2m2.

Meski Anda sudah mengetahui perbedaan panel surya monocrystalline dan polycrystalline, Anda tetap perlu menimbang beberapa hal sebelum memilih panel surya. Beberapa pertimbangan itu, seperti luasnya ruangan, estetika, dan tentunya biaya.

3 thoughts on “Inilah Perbedaan Panel Surya Monocrystalline dan Polycrystalline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *