Cara Menghitung Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi dapat dilakukan dengan mengetahui dan memahami peraturan yang ada.

Sebagai wajib pajak, tentunya Anda memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Salah satu jenis pajak yang harus Anda bayar ketika Anda sudah bekerja adalah pajak penghasilan. Nah, untuk mempermudah Anda dalam menghitung pajak penghasilan, berikut cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi.

Pengertian Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Pajak Penghasilan merupakan jenis pajak yang dikenakan oleh perorangan, badan hukum, atau perusahaan atas penghasilan yang telah diperoleh. Pajak penghasilan ini dihitung selama satu tahun seseorang bekerja. Dalam menghitung pajak penghasilan orang pribadi, maka dapat mengatasi ketimpangan antara seseorang yang memiliki penghasilan tinggi dengan yang berpenghasilan rendah.

Besaran pajak penghasilan diatur dalam peraturan perundang-undangan yang lebih dikenal dengan Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh 21. PPh 21 ini sendiri merupakan pajak penghasilan yang merupakan gaji, upah, tunjangan, dan honorarium yang diterima karena berhubungan dengan pekerjaan.

Untuk membayar pajak penghasilan, biasanya perusahaan akan memotong secara langsung besar pajak penghasilan yang diterima seseorang. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh bendahara perusahaan tempat bekerja. Sehingga, besar penghasilan yang diterima merupakan penghasilan bersih atau Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan seseorang tergantung dari jumlah penghasilan yang telah diterimanya. Hal ini penting bagi Anda yang ingin menghitung besar pajak penghasilan hanya dengan mengetahui besar penghasilan yang diterima selama 1 tahun. Terlebih bagi Anda yang memiliki tugas sebagai bendahara perusahaan yang harus menghitung besar pajak penghasilan yang harus dibayarkan.

Dengan mengetahui cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi dapat membantu Anda dalam menentukan besaran pajak penghasilan. Untuk menghitung pajak penghasilan, Anda harus mengetahui peraturan yang mengatur besaran pajak penghasilan yang dikeluarkan, yaitu Peraturan Dirjen Pajak No. PER-16/PJ/2016 dan Peraturan MenKeu No.101 Tahun 2016.

Metode Penggajian Karyawan

Dalam menggaji karyawan, biasanya perusahaan sudah memotong gaji karyawan dengan pajak penghasilan yang harus dikeluarkan. Dengan adanya metode ini akan mempermudah Anda sebagai wajib pajak untuk tidak perlu lagi membayar pajak, karena gaji yang sudah Anda peroleh merupkan gaji neto atau Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Dalam praktik penggajian karyawan, biasanya perusahaan menggunakan tiga metode yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Ketiga metode tersebut adalah sebagai berikut:

1. Metode Gross

Metode ini merupakan sistem penggajian karyawan, dimana karyawan yang harus membayar sendiri pajak penghasilan yang dikenakannya. Misalnya, gaji karyawan sebesr Rp5.000.000,- dan pajak penghasilan yang harus dibayar sebesar Rp110.442,-. Sehingga penghasilan bersih yang diterima sebesar Rp4.889.558,-.

2. Metode Gross Up

Metode ini merupakan sistem penggajian dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak penghasilan kepada karyawannya. Misalnya, gaji seorang karyawan adalah Rp5.000.000,- dan tunjangan pajak penghasilan yang diterima sebesar Rp110.442,-. Sehingga penghasilan bruto karyawan adalah Rp5.110.442,-. Karena ada pengurangan pajak penghasilan, maka penghasilan bersih yang diterima sebesar Rp5.000.000,-.

3. Metode Nett

Metode Nett merupakan sistem penggajian karyawan dimana perusahaan menanggung pemotongan pajak karyawannya. Misalnya, jika gaji karyawan sebesar Rp5.000.000,- dan perusahaan membayar pajak penghasilan karyawannya sebesar Rp110.442,-. Sehingga penghasilan bersih yang diterima karyawan sebesar Rp5.000.000,-.

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan Pajak Penghasilan

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Perseorangan

Pada dasarnya, menghitung pajak penghasilan perseorangan harus diperhatikan oleh setiap orang. Pajak penghasilan ini dihitung jika seseorang sudah bekerja selama satu tahun. Dengan adanya pengetahuan dalam menghitung besaran pajak penghasilan perseorangan dapat membantu untuk proses pelaporan pajak oleh wajib pajak. Nah, untuk mempermudah Anda dalam menghitung pajak penghasilan, berikut langkah yang harus Anda lakukan:

1. Membuat Daftar Penghasilan Setiap Bulan

Dengan membuat daftar penghasilan setiap bulan akan mempermudah Anda dalam menghitung pajak setiap tahunnya. Terlebih bagi Anda yang memiliki penghasilan tidak sama tetap setiap bulan yang perlu Anda catat dalam menghitung pajak penghasilan yang harus dibayarkan selama satu tahun.

Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi ini memang terlihat sepele. Tetapi harus Anda pahami karena berkaitan dengan jumlah tarif pajak yang harus dibayarkan. Selain itu, tidak hanya gaji tetap yang harus Anda catat, besarnya tunjangan yang diperoleh juga harus masuk dalam daftar penghasilan yang perlu Anda catat.

2. Menghitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

PTKP sendiri merupakan pengurangan dari penghasilan neto untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP). Dalam penghitungannya, PTKP tergantung pada besarnya penghasilan yang diterima dan besarnya tanggungan keluarga.

Dalam Peraturan Dirjen Pajak No. PER-16/PJ/2016 disebutkan bahwa besarnya PTKP:

  1. Rp54.000.000,- bagi wajib pajak yang belum menikah
  2. Rp54.000.000,- ditambah Rp4.500.000,- bagi wajib pajak yang sudah menikah dan belum memiliki anak.
  3. Rp54.000.000,- ditambah Rp4.500.000,- ditambah Rp4.500.000,- bagi wajib pajak yang sudah menikah dan memiliki anak paling banyak 3 anak.

3. Mencari Selisih Penghasilan Bruto dan PTKP

Dengan mencari selisih penghasilan bruto dan PTKP akan mendapatkan penghasilan neto atau Penghasilan Kena Pajak (PKP). Dengan mengetahui nilai PKP, maka besar pajak dapat dihitung.

4. Menghitung Pajak Penghasilan

Dalam menghitung pajak penghasilan, Anda harus memahami tarif pajak penghasilan yang dikenakan:

  1. Kurang dari Rp50.000.000,- tarif pajaknya 5%.
  2. Rp50.000.000,- hingga Rp250.000.000,- tarif pajaknya 15%
  3. Rp250.000.000,- hingga Rp500.000.000,- tarif pajaknya 25%
  4. Di atas Rp500.000.000,- tarif pajaknya 30%.

Sebagai contoh, jika penghasilan Anda Rp6.000.000,- setiap bulan. Maka dalam setahun penghasilan Anda sebesar Rp60.000.000,-. Maka penghasilan bersih Anda Rp60.000.000,- dikurangi Rp54.000.000,- menjadi Rp6.000.000,-.

Karena penghasilan Anda memiliki tarif pajak 15%. Maka 15% x 6.000.000 = 900.000. Jadi pajak penghasilan yang harus dibayar sebesar Rp900.000,- dalam setahun atau Rp75.000,- dalam satu bulan.

Dengan mengetahui cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi dapat membantu Anda dalam pelaporan pajak tiap tahunnya. Cukup mudah bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *