Tips Mengatur Keuangan Ala Ibu Rumah Tangga

Setiap perempuan yang berkeluarga ada baiknya memahami tips mengatur keuangan ala ibu rumah tangga agar finansial keluarga terjamin

Bagi setiap perempuan, menjadi seorang Ibu adalah sebuah anugerah. Bisa membangun rumah tangga dengan seorang pria yang sangat dicintai dan memiliki buah hati, tentu pengalaman luar biasa. Namun menjadi Ibu sekaligus istri bukanlah hal mudah karena banyak tanggung jawab baru. Salah satunya adalah urusan finansial yang membuat perempuan harus tahu tips mengatur keuangan ala Ibu rumah tangga.

Ketika seorang sudah menikah, finansial memang menjadi salah satu faktor yang benar-benar harus diperhatikan dan tak bisa diremehkan. Meskipun uang bukanlah segalanya, uang tetap memegang peranan penting dalam kehidupan rumah tangga. Apalagi jika sudah ada buah hati, baik suami dan istri tentu wajib memiliki perencanaan keuangan yang efisien supaya keluarga mereka tetap sejahtera.

Seorang pria yang sudah berkeluarga tentu mempunyai kewajiban penuh memberikan nafkah sang istri dan anak-anaknya. Sementara perempuan sebagai istri dan Ibu, harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan agar seluruh kehidupan keluarga terpenuhi. Mulai dari makanan, pakaian, urusan tempat tinggal, transportasi hingga asuransi jelas menjadi hal-hal yang wajib ada dalam sebuah keluarga.

Nah, supaya memiliki finansial yang terjamin dalam rumah tangga, tentu pengelolaan keuangan harus dilakukan sebaik dan sedini mungkin. Bahkan bagi Anda para perempuan yang baru saja menikah, sudah harus mulai mempelajari cara mengatur keuangan dalam keluarga yang tepat. Tenang saja tak usah khawatir, berikut ini beberapa tips yang bisa diperhatikan.

7 Tips Mengelola Keuangan Keluarga Bagi Ibu Rumah Tangga

1. Bikin Skala Prioritas

Tips pertama dalam mengelola keuangan keluarga yang wajib dilakukan adalah membuat skala prioritas. Seorang Ibu rumah tangga harus memiliki anggaran bulanan yang mencakup berbagai kebutuhan wajib keluarga. Melalui skala prioritas, Anda bisa memilah mana pengeluaran yang benar-benar dibutuhkan bukan cuma sekadar diinginkan.

Bahkan jika perlu, penerapan skala prioritas ini juga dilakukan dalam membuat anggaran belanja. Dengan begitu akan mencegah Anda membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan di minimarket, sehingga pengeluaran jauh lebih efektif. Dalam skala prioritas juga, Anda bisa memperhitungkan besaran penghasilan yang dialokasikan untuk investasi keluarga demi finansial sejahtera di masa depan.

Baca Juga: Usaha Online : Jastip vs Dropshipper

2. Atur Jadwal Tagihan

Tips mengatur keuangan ala Ibu rumah tangga berikutnya adalah wajib mengatur jadwal tagihan. Dalam kehidupan rumah tangga, tagihan memang menjadi hal yang lazim terjadi. Mulai dari tagihan cicilan rumah atau bayar kontrak rumah, tagihan uang sekolah buah hati, angsuran kendaraan bermotor, iuran BPJS, tagihan PLN dan PDAM, hingga iuran sampah bulanan atau iuran keamanan lingkungan.

Pastikan setiap kali suami memberikan penghasilan bulanannya, Anda harus sudah memisahkan uang-uang tagihan itu. Jika perlu, letakkan dalam amplop kosong yang diberi tulisan tagihan sekaligus tanggal pembayaran supaya menghindari denda, sekaligus mencegah uang tagihan itu terpakai kebutuhan lainnya.

3. Cerdas Dalam Berbelanja

Yang namanya seorang Ibu rumah tangga tentu harus bisa cerdas dalam berbelanja. Misalkan saja adalah berburu promo, diskon atau cuci gudang yang kerap dilakukan berbagai minimarket. Kendati mungkin selisihnya hanya sedikit, tapi jika dilakukan terus-menerus jelas akan membuat pengeluaran lebih efektif. Anda pun akhirnya bisa menghemat dana belanja dan disisihkan untuk menabung.

4. Hindari Pakai Kartu Kredit

Salah satu tips wajib kalau Anda ingin memiliki finansial yang sehat adalah terbebas dari hutang. Bagaimana caranya? Sebisa mungkin menghindari penggunaan kartu kredit. Kartu kredit sudah lama menjadi penyebab hidup boros karena seseorang jadi tidak sadar sudah melakukan pembelanjaan dalam jumlah besar. Alih-alih kartu kredit, gunakan uang tunai yang sudah disiapkan demi menghindari belanja berlebihan.

5. Menyisihkan Dana Darurat

Pepatah sedia payung sebelum hujan harus dipahami betul setiap Ibu rumah tangga, sehingga wajib menyiapkan yang namanya dana darurat. Seperti namanya, dana darurat ini digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti musibah sakit, kecelakaan, kebakaran, bencana alam atau mungkin suami dipecat dari pekerjaan, bisnis keluarga hancur hingga kepala keluarga meninggal dunia.

Biasanya besaran dana darurat yang harus disiapkan mencakup 6-12 kali dari penghasilan keluarga. Supaya bisa memenuhi target itu, usahakan langsung menyisihkan dana darurat setiap bulannya. Jika perlu, simpan dana darurat ini ke dalam rekening tabungan khusus yang hanya bisa diambil ketika benar-benar membutuhkannya.

6. Selalu Evaluasi Anggaran

Agar perhitungan pemasukan dan pengeluaran rumah tangga makin efektif, ada baiknya kalau Anda selalu melakukan evaluasi anggaran tiap bulan. Ajaklah suami dan mungkin anak yang sudah cukup dewasa dalam membahas anggaran ini. Dengan rutin melakukan evaluasi, Anda bisa tahu pengeluaran mana yang sudah tidak dibutuhkan dan memasukkan pos-pos pengeluaran baru.

7. Kreatif Cari Penghasilan Tambahan

Tips berikutnya yang bisa diterapkan supaya finansial keluarga makin sehat adalah kreatif cari penghasilan tambahan. Memang banyak suami yang menginginkan istrinya di rumah saja tanpa berlu bekerja, tapi tak ada salahnya membantu keuangan rumah tangga, bukan? Berterima kasihlah kepada perkembangan teknologi yang memungkinkan perempuan memperoleh tambahan penghasilan tanpa perlu keluar rumah.

Contohnya adalah menjadi seorang freelance writer, berjualan online shop di rumah, berdagang pulsa atau membuka warung makan online. Berbagai profesi itu bisa Anda lakukan tanpa meninggalkan kewajiban sebagai seorang Ibu rumah tangga dan istri yang taat pada suami. Jangan diremehkan, penghasilannya pun cukup menggiurkan.

Baca Juga: Mendapatkan Penghasilan Pasif dari Google Adsense

Tentunya diperlukan kedisiplinan yang maksimal supaya tips mengatur keuangan ala Ibu rumah tangga di atas bisa diterapkan. Pahamilah bahwa keuangan yang sehat jelas membuat keluarga sejahtera dan senantiasa bahagia. Sehingga dengan begitu, Anda dan seluruh anggota keluarga akan lebih bijaksana lagi dalam mengelola keuangan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *