Apa itu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)?

Lembaga Penjamin Simpanan merupakan suatu lembaga yang berdiri secara independen. Dengan mengusung fungsi sebagai penjamin simpanan bagi nasabah perbankan yang ada di Indonesia. Dengan begitu, maka uang yang disimpan di bank terjamin keamanannya. Pembentukan LPS sendiri sudah diatur dalam UUD No 24 Tahun 2004. Sehingga memiliki status berkekuatan hukum tetap.

Sejarah Berdirinya Lembaga Penjamin Simpanan

Berdirinya LPS tidak terlepas dari krisis moneter yang pernah menghantam stabilitas ekonomi di Indonesia pada 1998 silam. Dimana ada 16 bank yang di likuidasi. Yang menyebabkan terjadinya krisis kepercayaan di kalangan masyarakat pada sistem perbankan. Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menyikapi situasi tersebut adalah dengan pemberian jaminan.

Pada akhirnya, berdirilah Lembaga Penjamin Simpanan, yang mulai beroperasi pada September 2005. Sejak LPS didirikan, seluruh bank aktif di Indonesia diharuskan untuk menjadi member penjaminan di LPS. Lembaga ini sendiri memiliki tanggung jawab penuh kepada pemerintah Indonesia. Jadi, memang kegiatannya diawasi oleh pemerintah secara langsung.

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan

Sebagaimana lembaga lainnya, LPS juga memiliki fungsinya sendiri. Di bawah ini adalah beberapa fungsi Lembaga Penjamin Simpanan, yang seharusnya sudah diketahui oleh para nasabah bank:

1. Menjamin Simpanan Nasabah

Yang pertama, LPS berfungsi untuk menjamin simpanan seluruh nasabah yang menabung uang di bank. Dengan adanya lembaga ini, maka Anda tidak perlu takut tertipu, dan diterpa skandal keuangan lainnya. Yang tentunya dapat berdampak buruk pada nasabah.

2. Memelihara Sistem Perbankan

Yang kedua, LPS juga turun tangan secara aktif dalam melakukan pemeliharaan sistem di dunia perbankan. Sehingga stabilitas bisa tetap terjaga. Yang mana tujuannya adalah menyelamatkan simpanan para nasabah.

Tugas dan Wewenang Lembaga Penjamin Simpanan

Setelah mengetahui fungsi dari LPS, selanjutnya Anda harus memahami apa saja tugas dari lembaga penjamin simpanan ini. Di bawah ini akan di ulas secara lengkap mengenai tugas dan wewenang LPS.

Tugas LPS:

1. Membuat Rumusan Kebijakan

Tugas LPS yang pertama dan paling utama adalah membuat rumusan mengenai kebijakan yang akan dijalankan. Khususnya dalam hal penjaminan simpanan. Untuk menghasilkan program yang memang bisa meningkatkan fungsi lembaga.

2. Implementasi Kebijakan

Selanjutnya, melaksanakan program yang sudah dirumuskan dan diputuskan sebelumnya. Yaitu guna melakukan penjaminan terhadap simpanan para nasabah. Sehingga tetap aman.

3. Menjaga Stabilitas Sistem

Lembaga penjamin simpanan juga memiliki tugas untuk turun langsung dalam menjaga stabilitas sistem pada perbankan. Dimana secara aktif menentukan berbagai kebijakan yang akan dibuat oleh pihak bank. Sehingga tidak mempengarungi kestabilan sistem.

4. Menangani Bank Gagal

Tugas LPS yang terakhir adalah menangani bank gagal. Jadi, disini lembaga penjamin simpanan berfungsi sebagai pihak ketiga yang akan membantu nasabah menyelesaikan masalah keuangannya. Ketika bank ternyata gagal alias bangkrut.

Baca Juga: Waspadai Resiko Deposito Berbunga Tinggi di Atas Penjaminan LPS

Wewenang LPS:

1. Mengelola Kekayaan LPS

Lembaga penjamin simpanan memiliki wewenang untuk mengelola dan menggunakan kekayaan yang dimiliki. Dengan tetap menunaikan kewajiban yang dimiliki.

2. Mendapatkan Personal Information Nasabah

LPS juga berhak untuk meminta data pribadi nasabah bank. Mulai dari informasi umum, laporan keuangan, dan sebagainya.

3. Menjatuhkan Sanksi dalam Bentuk Administratif

Lembaga ini juga mempunyai wewenang untuk menjatuhkan sanksi dalam bentuk administrasi kepada pihak. Apabila melanggar kesepakatan yang sudah dibuat.

Setelah mengetahui apa saja fungsi, tugas, dan wewenang LPS. Sekarang Anda bisa merasa tenang apabila hendak menyimpan uang di bank. Karena simpanan Anda akan dijamin oleh lembaga berwenang. Jadi, tidak perlu takut lagi untuk menabung di bank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *