Mengatasi ‘Brick’ pada Smartphone Android

Ponsel yang mendadak brick alias mati total memang meresahkan. Untuk itu Anda harus tahu cara mengatasi brick pada smartphone Android

Bagi pengguna ponsel, cara mengatasi brick pada smartphone Android tentunya wajib diketahui. Karena ketika ponsel mengalami brick di situasi yang benar-benar membutuhkan kinerja HP secepatnya, tentu akan sangat merepotkan. Secara mudahnya, brick dianggap sebagai kondisi smartphone yang mendadak mati total.

Sekalipun Anda mencoba menyalakannya kembali, melakukan pengisian daya hingga melepas dan memasang baterai, brick tidak akan semudah itu bisa disembuhkan. Dalam dunia smartphone, brick adalah sebuah masalah error yang terjadi di boot manager Android. Untuk mengatasi masalah inipun tidak mudah, karena biasanya sampai harus merelakan ponsel tersebut.

Jenis-Jenis Brick yang Wajib Diketahui

Supaya bisa tahu seperti apa mengatasi brick pada smartphone Android, Anda harus memahami terlebih dulu jenis-jenis brick. Dengan memahami jenis situasi brick ini, maka akan bisa menerapkan solusi yang tepat supaya permasalahan bisa selesai dan ponsel kesayangan kembali dapat digunakan. Apa saja?

Soft Brick

Beberapa orang kadang menganggap soft brick sebagai bootloop karena memang sistem pada ponsel mengalami kegagalan booting. Dibandingkan dengan hard brick, kondisi soft brick memang cenderung lebih ringan dan masih bisa diatasi tanpa perlu Anda bawa ponsel tersebut ke service center. Seringkali soft brick ini terjadi saat adanya error atau crash pada sistem.

Ciri-ciri utama ponsel Anda mengalami soft brick adalah layar masih bisa menyala dan merespon saat di-charge, tapi berhenti di layar booting dan menampilkan tulisan merk perangkat. Karena ponsel masih bisa bergetar dan LED masih menyala, peluang ponsel sembuh masih terbuka asalkan Anda memahami mengatasi brick pada smartphone Android secara tepat.

Baca Juga: Mengatasi Bootloop Pada Smartphone Android

Hard Brick

Dibandingkan jenis pertama, hard brick justru cukup menghantui pengguna ponsel karena seolah-olah menjadi ‘vonis mati’. Berbeda dengan soft brick, ketika gawai Android mengalami hard brick, HP sama sekali tidak memberikan respon saat di-charge. Jika ponsel Anda mengalami hard brick, biasanya hanya memiliki peluang sekitar 55% untuk mengembalikan kondisinya seperti semula.

Bahkan sekalipun Anda menguasai cara mengatasi brick pada smartphone Android dalam kondisi hard brick, tetap saja jika ingin memperoleh data pada ponsel, peluangnya maksimal 55%. Untuk itulah hard brick dianggap sebagai mimpi buruk dan sangat merugikan. Apalagi jika ponsel merupakan perangkat utama dalam pekerjaan Anda, hard brick jelas bisa mengacaukan segalanya.

Inilah Penyebab Ponsel Bisa Mengalami Hard Brick

Ketika smartphone mengalami soft brick, usahakan untuk tidak meremehkannya. Karena baik hard brick dan soft brick dipicu oleh hal-hal kurang lebih sama dan saling terhubung. Sebuah ponsel yang mengalami soft brick dan tidak memperoleh tindakan repair yang tepat, bisa saja semakin sering mengalami brick yang kemudian jadi hard brick. Kenapa begitu begitu sih? Ini penyebabnya!

1. Terjadi Kesalahan Instruksi

Inilah penyebab utama yang memicu adanya kondisi brick terus-menerus hingga jadi hard brick. Ya, adanya kesalahan instruksi pada sistem smartphone sering dipicu karena kurangnya pemahaman pengguna. Ada kalanya pengguna Android begitu penasaran dan masuk ke sistem BIOS atau sistem inti dari smartphone secara amatiran.

Lantaran kurang memahami instruksi pada menu yang dipilih, ponsel bisa langsung mengalami brick. Jika kesalahan instruksi yang terjadi tidak cukup fatal, maka biasanya hanya memicu soft brick alias bootloop saja. Kalau memang demikian maka solusi cara mengatasi brick pada smartphone Android tidaklah terlalu rumit.

2. Ponsel Gagal Lakukan Flash

Saat ini makin banyak saja orang-orang yang mencoba memodifikasi ponsel mereka, berdasarkan tutorial online. Salah satu aksi yang kerap dilakukan ialah tutorial flashing firmware. Tak masalah jika Anda memang cukup menguasai bidang ini. Namun jika ponsel malah gagal flashing, malah menyebabkan terjadinya hard brick. Karena itulah serahkan flashing ponsel pada ahlinya.

3. Ada Kernel Corrupt

Pernah mengalami corrupt saat mengunduh file? Rupanya kondisi demikian juga bisa muncul pada data-data penting yang tersimpan di dalam sistem utama smartphone, yang kerap disebut kernel. Kesalahan sistem dalam mengolah data yang masuk ke dalam sistem penyimpanan, menjadi salah satu penyebab kernel corrupt ini yang akhirnya mengakibatkan hard brick.

4. Salah Kaprah Saat ‘Oprek’ Perangkat

Bagi penggemar teknologi, sebuah kebanggaan dan kesenangan ketika mengoprek perangkat Android. Hanya saja hobi ini sebetulnya memiliki risiko yang sangat berat lantaran jadi penyebab utama hard brick. Salah satu kesalahan paling utama tukang oprek (phreaker) adalah salah proses edit vold.fstab yang bertujuan mengubah memori eksternal Android menjadi bagian internal.

Paling sering kesalahan terjadi ketika memasang ROM Android sehingga temporary file alias Dalvik Cache menumpuk. Sekadar informasi, Dalvik Cache adalah file sampah yang dimiliki setiap perangkat Android. Kerusakan hardware juga bisa menyebabkan aksi oprek bermasalah.

Baca Juga: Menggali Potensi Smartphone dengan Melakukan Root

Cara Mengatasi Brick yang Terjadi di HP Android

Nah, setelah memahami apa saja sih penyebab hard brick yang sebetulnya adalah soft brick, maka kini Anda tinggal mempelajari cara mengatasi brick pada smartphone Android. Supaya bisa semakin tepat sasaran, solusinya dijelaskan sesuai dengan jenis brick itu sendiri.

Cara mengatasi brick pada smartphone Android (Soft Brick)

  1. Hubungkan ponsel Android Anda dengan perangkat PC menggunakan kabel USB atau kabel data
  2. Masuk ke download mode pada ponsel dengan cara menekan bersamaan tombol power+volume down. Tunggu sampai akhirnya muncul logo Android
  3. Pastikan Anda sudah mengunduh dan memasang driver yang sesuai dengan perangkat Android Anda supaya bisa digunakan untuk flashing
  4. Lakukan flashing memakai aplikasi pada PC tersebut. Usahakan untuk tidak menggunakan .PIT atau checklist repartition selama proses ini terjadi

Cara mengatasi brick pada smartphone Android (Hard Brick)

  1. Lepas semua yang terpasang pada ponsel misalkan baterai, kartu memori hingga kartu SIM operator. Biarkan selama 10-20 menit lalu coba pasang dan nyalakan lagi
  2. Sambungkan ponsel ke PC dan masuk ke download mode
  3. Unduh Java dan aplikasi pihak ketiga, OneClick Unbrick supaya bisa melakukan flashing dengan tepat
  4. Jika berhasil, akan ada perintah Unsoft Brick untuk dipilih. Namun jika terjadi error, pilih saja Resolution Center > Extract to Current Folder > Run the File sampai muncul jendela Command Prompt secara singkat
  5. Salin OneClick.jar ke dalam folder Heimdall dan klik kanan untuk pilih Run as Administrator. Pilih lagi tombol Unsoft Brick tanpa mempedulikan pesan error
  6. Cabut HP dari PC lalu lepaskan baterai, kartu SIM dan kartu memori. Setelah sekitar 5 menit, pasang kembali baterai dan coba kembali masuk ke download mode sambil kemudian terakhir jalankan flashing

Baca Juga: 5 Penyebab Suara Speaker Hp Kecil Dan Solusi Mengatasinya

Melihat ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa untuk mengatasi brick pada smartphone Android diperlukan keahlian tersendiri. Jika memang dirasa Anda tidak menguasainya, bisa meminta bantuan tukan servis ponsel. Hanya saja yang patut diingat adalah cara-cara di atas tidak bisa dilakukan sempurna di beberapa Android. Untuk itulah Anda harus benar-benar paham risikonya.

2 thoughts on “Mengatasi ‘Brick’ pada Smartphone Android

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *