Perbedaan Common Stock dan Preferred Stock

Salah satu hal mendasar yang harus dipahami dalam pasar modal adalah mengenai perbedaan antara Common Stock dan Preferred Stock

Bagi Anda yang tengah mencoba peruntungan sebagai investor saham, tentu wajib memahami perbedaan antara Common Stock dan Preferred Stock. Dalam dunia pasar modal dan kaitannya dengan perusahaan besar seperti misalnya PT (Perseroan Terbatas), kedua jenis saham (stock) di atas adalah hal yang lumrah. Namun mungkin bagi masyarakat umum, saham-saham ini terasa serupa.

Memang dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang makin pesat, saham menjadi salah satu instrumen investasi yang tidak asing lagi. Apalagi kini semakin banyak saja perusahaan rintisan alias startup yang memiliki peluang valuasi sangat besar, sehingga mulai melantai di bursa saham menjadi pilihan untuk pengembangan omzet dan perluasan cakupan bisnis.

Selain menerbitkan obligasi, saham memang menjadi metode utama meningkatkan modal bisnis. Saham sendiri dijual di pasar primer/sekunder yang bisa diakses oleh investor. Namun sebelum membeli saham yang tepat, ada baiknya Anda memahami apa sih perbedaan termasuk keuntungan dan kelebihan antara Common Stock dan Preferred Stock sebagai jenis saham.

Tipe-Tipe Saham dalam Perusahaan

Sebuah perusahaan yang sudah terdaftar di pasar modal, membuktikan jika mereka adalah public company. Sehingga artinya masyarakat luas bisa membeli saham perusahaan tersebut baik di pasar perdana atau bursa efek. Jika dibedakan dari hak tagih alias klaim, setidaknya ada tiga tipe saham wajib diketahui investor seperti berikut ini:

Saham Biasa (Common Stock)

Saham Biasa adalah sertifikat atau piagam yang menjadi bukti kepemilikan sebuah perusahaan dengan berbagai aspek penting, yang terkait dalam operasional perusahaan tersebut. Jika dikaitkan dengan perbedaan antara Common Stock dan Preferred Stock, pemilik Saham Biasa bisa disebut sebagai pemilik sesungguhnya dari sebuah perusahaan.

Dari sisi ekonomi dan manajemen keuangan, Saham Biasa dibedakan dalam beberapa kualifikasi ekonomis berdasarkan reputasi, kualitas, dan nilainya. Kategorinya adalah Income Stocks, Blue-chip Stocks, Growth Stocks, Cyclical Stocks, Defensive Stocks, Emerging Growth Stocks dan Speculative Stocks.

Baca Juga: Investasi: Antara Saham, Reksadana, Dan Deposito

Saham Preferen (Preferred Stock)

Tipe kedua dari saham yang beredar di pasar modal adalah Saham Preferen yang pada dasarnya memiliki paduan sifat dari obligasi (bond) dan Common Stock. Namun yang cukup menarik jika berbicara perbedaan antara Common Stock dan Preferred Stock adalah, pemegang Preferred Stock memiliki hak lebih dibandingkan pemilik Saham Biasa.

Bahkan pemegang Saham Preferen bisa memperoleh dividen terlebih dulu serta mempunyai hak suara lebih kuat, terutama dalam hal pemilihan direksi. Bahkan dalam prakteknya, manajemen sampai membayar dividen secara tepat kepada pemilik Saham Preferen supaya tidak dilengserkan. Kendati begitu, hak tagih Preferred Stock ada di bawah pemegang obligasi.

Untuk menarik perhatian investor, perusahaan menyediakan beberapa alternatif Saham Preferen. Tiga jenis alternatif Saham Preferen yang cukup diminati adalah Convertible Preferred Stock (konversi Saham Preferen ke Saham Biasa), Callable Preferred Stock (Saham Preferen yang bisa ditebus) dan Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (Saham Preferen dengan dividen mengambang).

Saham Treasuri (Treasury Stock)

Lepas dari penjelasan mendasar antara Common Stock dan Preferred Stock, ada satu tipe saham perusahaan lain yang juga wajib dikenali yakni Saham Tresuri. Saham Tresuri sendiri adalah saham milik perusahaan yang pernah beredar di pasar modal dan kemudian dibeli kembali dengan tujuan untuk disimpan. Ada beberapa alasan yang mendorong perusahaan emiten membeli Saham Tresuri.

Alasan yang paling sering adalah karena ingin membagikan kompensasi kepada manajer dan karyawan dalam bentuk saham, lalu untuk meningkatkan volume perdagangan di pasar modal hingga bertujuan menambah lembar saham demi membeli perusahaan lain. Namun ada juga alasan membeli Saham Tresuri karena mengurangi saham yang beredar demi meningkatkan labanya.

Baca Juga: Analisis Rasio Fundamental Saham Yang Perlu Dipahami Dalam Jual Beli Saham

Keunggulan dan Kelemahan Common Stock

Meskipun ada tiga tipe saham, biasanya memang yang beredar di pasar saham serta diburu investor adalah antara Common Stock dan Preferred Stock. Untuk para pemegang Saham Biasa, mereka memiliki beberapa hak utama yakni hak kontrol, hak menerima pembagian keuntungan, hak premptif dan hak klaim sisa.

Keunggulan Common Stock

  1. Tak memiliki kewajiban untuk harus membayar dividen kepada pemegang Common Stock lainnya
  2. Tak ada jatuh tempo sehingga memiliki risiko kecil terhadap perusahaan, bahkan jika dibandingkan dengan sumber modal lain seperti Saham Preferen atau hutang jangka panjang. Sehingga keuntungan pemegang Saham Biasa lebih besar daripada pemilik Preferred Stock ataupun obligasi
  3. Karena memiliki hak kontrol yang jadi perbedaan antara Common Stock dan Preferred Stock, pemegang Saham Biasa bisa memilih Dewan Direksi yang memimpin perusahaannya. Mereka punya hak veto dalam RUPS dan tindakan lain yang membutuhkan persetujuan pemegang saham
  4. Saat perusahaan mengeluarkan tambahan lembaran saham, pemegang Common Stock berhak membeli tambahan saham yang baru supaya persentase kepemilikan mereka tidak berubah

Kelemahan Common Stock

  1. Pemegang Saham Biasa memang berhak atas sebagian profit perusahaan yang biasa berbentuk dividen. Hanya saja mereka baru memperoleh dividen setelah pemegang Preferred Stock mendapatkannya
  2. Saat omzet dan laba perusahaan meningkat, memang pemilik Saham Bisa memperoleh jumlah yang cukup besar. Hanya saja ketika kinerja perusahaan terpuruk, risiko mereka pun jauh lebih besar
  3. Ketika ada Saham Biasa yang dijual, bagi perusahaan ini cukup mengancam kendali pemegang saham mayoritas. Bahkan semakin banyaknya saham yang beredar, laba per lembar saham pun menurun
  4. Memicu konflik baik antara pemilik perusahan dengan manajer, pengelola usaha hingga karyawan. Sehingga hal ini memicu Agency Problem yang meningkatkan Agency Costs
Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.
Umumnya, saham-saham yang diperjualbelikan melalui perusahaan sekuritas (broker) adalah common stock.

Keunggulan dan Kelemahan Preferred Stock

Alasan utama saat harus memilih antara Common Stock dan Preferred Stock adalah Preferred Stock memiliki hak melebihi Common Stock. Ada berbagai tingkat Saham Preferen yang diterbitkan dengan karakteristik berbeda-beda. Berikut ini adalah keuntungan dan kelemahan dari Saham Preferen yang bisa jadi pertimbangan Anda.

Keunggulan Preferred Stock

  1. Ketika perusahaan untung, pemegang Saham Preferen berhak memperoleh dividen lebih dulu. Bahkan mereka pun memiliki hak dividen kumulatif yakni memperoleh dividen yang belum dibayarkan, tahun-tahun sebelumnya
  2. Saat terjadi likuiditas, Saham Preferen punya hak lebih dulu atas uang yang mereka investasikan, sebelum pemilik Saham Biasa memperoleh pengembalian modal. Hal ini jelas dianggap investor bahwa risiko Saham Preferen lebih kecil

Kelemahan Preferred Stock

  1. Meski memiliki beberapa hak istimewa (prioritas), ketika perusahaan sudah melunasi kewajiban dividen, maka pemegang keistimewaan tertinggi adalah pemilik Common Stock
  2. Saham Preferen ditawarkan saat perusahaan kekurangan dana dalam waktu relatif sehingga bagi perusahaan, biasanya investornya kurang berpengalaman. Tak heran kalau harga Saham Preferen bisa turun nilainya di lantai bursa

Baca Juga: Yang Perlu Dihindari Dalam Trading Saham Untuk Mengurangi Resiko Kerugian

Melihat ulasan di atas bisa disimpulkan bahwa antara Common Stock dan Preferred Stock, memiliki keungulan dan kekurangan tersendiri. Jika Anda ingin memiliki hak mengontrol Dewan Direksi sampai untung lebih besar, Common Stock adalah jawabannya. Namun jika ingin memperoleh dividen lebih cepat dan risiko kecil, Preferred Stock jadi pilihan tepat.

Related Post

Tips Menghadapi Krisis Moneter Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 silam adalah momentum terburuk industri keuangan Indonesia yang dampaknya masih berlangsung hingga saat in...
10 Cara Bermain Trading Saham Dengan Mudah Banyak sekali bisnis yang mudah dijalani tetapi memiliki pendapatan yang lumayan besar, salah satunya yaitu trading saham. Trading saham kini sudah ba...
Memulai Usaha Barbershop (Franchise) Bisnis franchise barbershop merupakan salah satu bisnis yang kini sedang berkembang pesat terutama di kalangan pengusaha muda. Perkembangan bisnis bar...
Mengenal Cryptocurency Untuk Anda yang masih awam dan bertanya-tanya sebenarnya apa itu cryptocurrency? Tenang, jawabannya lengkap ada di sini. Cryptocurrency, mungkin masi...
Bidang Usaha Menjanjikan di Tahun 2019 Sudah ada pandangan usaha apa di tahun 2019? Jika belum, baca beberapa rekomendasi bisnis 2019 yang diprediksi bakal bersinar. Dunia bisnis sekarang ...
Beli Rumah atau Apartemen? Butuh pertimbangan memilih rumah vs apartemen? Keduanya memang merupakan produk properti, biasanya akan ditempati dalam waktu yang lama. Ada kalanya,...
Peranan Fundamental dalam Menentukan Saham Pilihan Seberapa pentingkah memahami fundamental saham dalam menentukan pembelian saham? Jawaban lengkapnya akan Anda dapatkan di sini… Analisis fundamental ...
Mengenal Bisnis Franchise dan Untung Ruginya Apakah Anda sering mendengar istilah waralaba atau franchise? Sebetulnya apa arti dari kedua kata tersebut. Bisnis franchise adalah salah satu model b...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *