Cara dan Langkah Lapor SPT Tahunan Pajak Penghasilan

Cara lapor SPT tahunan pajak dan terlambat jika tidak segera melaporkan dapat dilakukan melalui website DJP online.

Salah satu kewajiban seorang warga negara Indonesia adalah dengan membayar pajak tepat waktu. Nah, bulan maret menjadi bulan paling sibuk bagi yang ingin membayar pajak karena batas akhir pembayaran pajak tahunan adalah tanggal 31 Maret. Bagi Anda yang ingin lapor SPT tahunan pajak dan terlambat membayar pajak tahunan, berikut cara dan langkah lapor SPT tahunan.

SPT Tahunan Pajak Penghasilan

SPT merupakan sarana pelaporan wajib pajak yang berisi total keseluruhan penghasilan kotor dan pajak yang dibayar ke pemerintah. Sesuai aturannya, pembayaran wajib pajak harus dibayar tepat waktu sebelum tanggal 31 Maret.

Bagi seorang pekerja akan mendapatkan bukti pemotongan pajak penghasilan setiap tahunnya. Setiap instansi pemerintah ataupun perusahaan pemberi kerja diharuskan untuk memberikan bukti pajak penghasilan kepada pekerja paling lambat tanggal 31 Januari yang merupakan akumulasi penghasilan dan pajak selama setahun. Dari bukti potong pajak inilah yang akan digunakan oleh wajib pajak untuk bahan isian pada SPT tahunan.

Sedangkan bagi wajib pajak orang pribadi yang memiliki kegiatan usaha diharuskan untuk membuat rekapitulasi total penghasilan selama satu tahun. Penghitungan pajak penghasilan didapatkan dari penghitungan tarif PPh 1 % dari total penghasilan yang didapatkan selama satu tahun.

Selain wajib pajak yang dibebankan pada orang pribadi, wajib pajak juga dibebankan pada sebuah badan yang menyelenggarakan pembukuan. Untuk wajib pajak badan berisi neraca dan laporan laba rugi sebagai bahan isian SPT tahunan.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat NPWP

Pelaporan SPT Tahunan

Dalam praktik untuk melaporkan pajak penghasilan selama satu tahun tidak hanya dengan mencantumkan total penghasilan dan jumlah pajak penghasilan saja yang harus diisikan. Anda juga harus mempersiapkan data mengenai harta dan kewajiban wajib pajak. Adanya isian data inilah yang akan digunakan sebagai bahan analisis untuk menghitung besarnya penghasilan yang diperoleh dibandingkan dengan jumlah harta dan kewajiban yang dimiliki.

Dalam hal ini, harta yang dimaksudkan adalah kepemilikan tanah dan bangunan, baik yang digunakan untuk unit usaha ataupun bukan. Selain itu ada juga data mengenai kepemilikan kendaraan pribadi, piutang, dan barang bergerak atau tidak bergerak. Sedangkan kewajiban dapat berupa kredit bank ataupun kredit kepemilikan rumah.

Cara Mengisi Laporan SPT Tahunan

Sekarang ini Anda tidak perlu khawatir ketika ingin membayar pajak penghasilan. Kemudahan teknologi yang mudah diakses akan membantu Anda membayar pajak dimanapun dan kapanpun. Lapor SPT tahunan pajak dan terlambat jika tidak segera melapor bisa dilakukan hanya dengan mengakses formulir filling secara online yang disebut dengan e-filling.

Kemudahan ini dapat Anda lakukan tanpa harus menyerahkan formulir filling ke kantor pelayanan pajak terdekat. Hal ini tentu saja dapat menghemat waktu dan tenaga Anda. Selain itu, e-filling juga bisa digunakan oleh wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan.

E-filling merupakan sebuah sistem yang akan membantu wajib pajak dalam melaprkan SPT secara online. Sistem ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2005, hanya saja di tahun tersebut proses pembayaran SPT pajak masih berbayar. Hingga kemudian di tahun 2012, proses pelaporan pajak secara online sudah digratiskan dan bisa mulai dilaporkan selama bulan maret.

Jenis Laporan SPT Tahunan Pajak

Sebelum Anda mengisi SPT tahunan pajak, ada baiknya Anda mengetahui jenis laporan SPT untuk wajib pajak orang pribadi. Pada dasarnya ada tiga jenis SPT yang bisa digunakan oleh wajib pajak orang pribadi, yaitu SPT 1770, SPT 1770S, dan SPT 1770SS.

1. SPT 1770

Jenis SPT ini merupakan SPT paling kompleks dibandingkan dengan jenis SPT yang lain. SPT 1770 memiliki 4 lembar formulir yang harus diisi, yaitu 1 lembar SPT induk, disertai 4 lampiran SPT 1770-I, 1770-II, 1770-III, dan 1770-IV. SPT 1770 ini bisa digunakan bagi Anda yang memiliki kriteria berikut:

  1. Total penghasilan selama satu tahun tidak melebihi dari 60 juta rupiah
  2. Berprofesi sebagai PNS, pegawai swasta, TNI/Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.
  3. Bukan seorang pengusaha atau memiliki pekerjaan bebas lainnya.

2. SPT 1770S

Jenis SPT ini termasuk pada jenis SPT sederhana karena hanya terdiri dari 1 lembar SPT induk dan 2 lembar lampiran SPT pendukung yang harus diisi(SPT 1770S-I dan SPT 1770S-II). Jenis SPT ini dapat digunakan bagi Anda yang memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Penghasilan total selama satu tahun 60 juta rupiah atau lebih
  2. Berprofesi sebagai PNS, pegawai swasta, TNI/Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.
  3. Bukan seorang pengusaha atau memiliki pekerjaan bebas lainnya.

3. SPT 1770SS

Jenis SPT 1770SS merupakan SPT yang memiliki format paling sederhana dibandingkan jenis SPT lainnya karena hanya terdiri dari 1 lembar SPT induk saja. SPT ini diperuntukkan bagi pekerja yang memiliki total penghasilan satu tahun kurang lebih sebesar 60 juta rupiah dan hanya bekerja pada satu pemberi kerja saja atau pengusaha atau pekerja bebas yang sudah profesional, misalnya dokter, akuntan, atau notaris. Pada jenis SPT ini memuat data informasi mengenai penghasilan dan hutang wajib pajak tanpa adanya perincian.

Baca Juga: Pentingnya NPWP untuk Usaha

Cara Pelaporan SPT Tahunan Pajak

Dengan menggunakan e-filling, pelaporan pajak tahunan menjadi semakin lebih mudah. Untuk lapor SPT tahunan pajak dan terlambat jika melaporkan setelah masa berakhir. Cara pelaporan SPT dapat dilakukan dengan mengikuti langkah sebagai berikut:

1. Mendapatkan Kode EFIN Terlebih Dahulu

EFIN atau Electronic Filling Identifiation Number merupakan kode yang akan Anda dapatkan sebelum melakukan pengisin e-filling. Bagi Anda yang belum memiliki kode EFIN, Anda bisa mengajukan permintaan kode EFIN ke kantor pelayanan pajak terdekat. Caranya adalah dengan mengunduh formulir aktivasi EFIN yang terdapat di website kantor pajak. Kemudian siapkan kartu identitas diri dan NPWP. Setelah itu, Anda bisa mendapatkan dan mengaktifkan kode EFIN di kantor pajak.

2. Membuat Akun DJP Online

Bagi para wajib pajak yang belum pernah login, Anda bisa melakukan registrasi terlebih dahulu setelah mendapatkan kode EFIN. Anda bisa melakukan registrasi di menu DJP online dengan memasukkan nomor kartu NPWP dan kode EFIN. Selanjutnya akan ada identitas Anda yang muncul secara otomatis. Periksa apakah identitas Anda benar dan buat password. Setelah membuat password, akan ada email notifikasi untuk mengaktivasi akun DJP online Anda.

3. Melaporkan SPT Tahunan Pajak

Setelah Anda melakukan registrasi akun DJP online, Anda bisa langsung login ke situs DJP online. Untuk melaporkan SPT tahunan, Anda bisa mengklik menu e-filling yang akan langsung diarahkan untuk mengisi membuat SPT tahunan.

Sebelum mengisi SPT tahunan, akan ada beberapa pertanyaan yang akan mengarahkan jenis SPT yang harus diisi. Setelah muncul formulir SPT, Anda bisa langsung mengisi isian SPT dengan panduan yang akan mengarahkan cara pengisian SPT online. Jika seluruh kolom isian sudah terisi, akan ada verivikasi email yang menandakan Anda sudah mengisi seluruh kolom. Kemudian klik ‘kirim SPT’ dan klik ‘simpan’.

Baca Juga: Ini, Cara Ikut Lelang DJKN Dengan Mudah dan Tepat

Nah, itulah cara lapor SPT tahunan dan terlambat jika Anda mengisi setelah tanggal 31 Maret. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda untuk melaporkan pajak penghasilan selama satu tahun.

Related Post

Pentingnya NPWP untuk Usaha Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah sebuah dokumen penting yang sudah seharusnya dimiliki oleh siapapun yang berusia produktif, memiliki pekerjaan d...
Cara Mudah Membuat NPWP Cara mudah bikin NPWP bisa melalui tiga jalur berbeda yang dapat dipilih sesuai dengan kehendak wajib pajak bersangkutan. Apakah Anda tahu bagaimana ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *