Pilihan UMKM untuk Masyarakat Desa

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki peran yang strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM turut serta dalam terbukanya banyak lapangan pekerjaan dan menjamin distribusi hasil pembangunan. Pemerintah hingga saat ini berupaya terus mendorong UMKM desa, karena dipandang memiliki prospek di masa depan yang baik.

Jenis UMKM Desa

Berkembangnya UMKM di desa bahkan disambut positif oleh pemerintah daerah dengan dikucurkannya dana untuk membantu modal dan operasional UMKM. Jika Anda mempunyai keinginan untuk mengembangkan UMKM di daerah Anda, berikut ini adalah jenis-jenis UMKM desa yang bisa Anda pilih untuk dikembangkan, yaitu:

1. Agribisnis

Indonesia merupakan negara agraris di mana berbagai macam sumber daya alam hayati seperti produk pertanian dan perkebunan melimpah ruah. Apalagi mayoritas penduduk desa bekerja di sektor ini dan didukung tersedianya lahan untuk bercocok tanam. Tidak terbatas pada produk pertanian atau perkebunan saja, namun bisnis bidang agribisnis juga mencakup sektor peternakan.

Saat ini permintaan pasar terhadap sayur dan buah-buahan organik juga meningkat, sehingga bisnis sayur dan buah organik memiliki peluang yang besar. Usaha ini juga tidak memerlukan lahan yang luas sehingga bisa dilakukan di manapun. Selain itu, UMKM di bidang agribisnis juga bisa berupa budidaya tanaman hias, usaha bibit dan cangkok, dan tanaman hidroponik.

Baca Juga: Mendalami UMKM di Bidang Agribisnis

2. Kerajinan tangan dan cendera mata

UMKM yang cukup dikenal di desa adalah bisnis kerajinan tangan dan cendera mata. Biasanya, bisnis ini dilakukan berkelompok oleh ibu-ibu sebagai usaha sambilan. Produk UMKM tersebut biasanya dijual melalui toko online maupun lewat pameran. Jenis produk yang dijual pun beragam tergantung dengan apa kerajinan khas daerah tertentu.

Pada tahun 2017, Inacraft menyebut bahwa ekspor kerajinan tangan di Indonesia meningkat hingga 1,35%. Hal ini menandakan bahwa bisnis ini mempunyai peluang besar karena mempunyai banyak peminat baik di dalam maupun luar negeri.

3. Warung sembako

Salah satu jenis bisnis yang tidak akan pernah ditinggalkan konsumen adalah warung sembako apalagi di desa akan memakan jarak dan waktu yang lama untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Karena sembako merupakan bahan pokok, maka semua orang membutuhkan sembako. Bisnis inipun mempunyai target pasar yang sangat luas karena semua kalangan bisa menjadi sasaran pemasarannya.

Warung sembako juga menjadi alternatif masyarakat dari berbagai lapisan untuk berbelanja kebutuhan pokok baik karena jarak yang lebih terjangkau atau karena beberapa warung menyediakan jasa antar. Harga sembako di warung yang lebih murah daripada supermarket juga menjadi salah faktor yang menarik pembeli.

Selain sembako, produk yang bisa Anda jual adalah perlengkapan mandi, gas, air galon, pulsa HP maupun token listrik, bensin eceran, bumbu dapur serta berbagai bumbu instan, makanan ringan, es krim, dan jajanan pasar. Sediakan produk dalam berbagai merek sesuai dengan permintaan pelanggan sehingga pelanggan akan merasa puas ketika belanja di toko Anda.

4. Perikanan

Dengan tersedianya air yang melimpah, salah satu UMKM desa yang bisa Anda lakukan adalah budidaya ikan. Produksi budidaya ikan air tawar di Indonesia sendiri didominasi oleh ikan mas, lele, patin, nilai, dan gurame. Kelima jenis ikan tersebut menyumbang lebih dari delapan puluh persen dari total produksi budidaya ikan tawar.

Demikian empat jenis UMKM yang bisa dikembangkan di desa. Semoga dapat memberi pencerahan kepada Anda yang sedang mencari ide untuk berbisnis. Kuncinya adalah tekun dan pantang menyerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *