Usaha dengan Kriteria Apa Saja Sih yang Dikategorikan Sebagai UMKM?

Aktivitas sehari-hari kita tidak terlepas dari berbagai layanan jasa dan barang para pelaku UMKM. Potret UMKM dalam negeri menunjukkan bahwa bidang UMKM adalah salah satu penopang perekonomian nasional. Bagaimana tidak, per tahun 2017 kegiatan ekonomi UMKM memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap pendapatan domestik bruto Indonesia.

Pengertian UMKM

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Di Indonesia, UMKM diatur oleh UU nomor 20 tahun 2008. Seperti yang dimuat dalam UU tersebut, UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.

Tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah bisnis UKM yang tangguh dan mandiri yang memiliki daya saing tinggi dan berperan utama dalam produksi dan distribusi kebutuhan pokok, bahan baku, serta dalam permodalan untuk menghadapi persaingan bebas.

Baca Juga: Tips Memulai Usaha Home Industry

Kriteria UMKM

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998, UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Seperti yang Anda ketahui dari artinya, UMKM adalah usaha dengan aset dan omset tertentu yang didasarkan oleh kategori tertentu. Berdasarkan hal tersebut, dibagilah tiga kelompok yaitu usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah yang memiliki kriteria masing-masing.

1. Usaha mikro

Kriteria Usaha Mikro adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil, usaha menengah, atau usaha besar.

Usaha mikro adalah unit usaha yang memiliki aset paling banyak Rp.50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan hasil penjualan tahunan paling besar Rp.300 juta.

2. Usaha kecil

Kriteria Usaha Kecil Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.

Kriteria usaha kecil yaitu nilai aset lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan paling banyak Rp.500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300 juta hingga maksimum Rp.2,5 miliar.

3. Usaha menengah

Kriteria Usaha Menengah Adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar.

Usaha menengah adalah perusahaan dengan nilai kekayaan bersih lebih dari Rp.500 juta hingga paling banyak Rp.100 miliar hasil penjualan tahunan di atas Rp.2,5 miliar sampai paling tinggi Rp.50 miliar.

Sebagai pembanding, Departemen Perindustrian dan Badan Pusat Statistik (BPS), selama ini menggunakan jumlah pekerja sebagai ukuran untuk membedakan skala usaha antara usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), usaha mikro adalah unit usaha dengan jumlah pekerja tetap hingga 4 orang, usaha kecil antara 5 sampai 19 pekerja, dan usaha menengah dari 20 sampai dengan 99 orang.

Baca Juga: Tips Mengembangkan Usaha UMKM di Era Digital

Demikian info yang dapat kami sajikan mengenai pengertian UMKM dan kriteria UMKM. Semoga dapat memberi gambaran kepada Anda tentang bisnis UMKM di tanah air.

2 thoughts on “Usaha dengan Kriteria Apa Saja Sih yang Dikategorikan Sebagai UMKM?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *