Belajar Desain Grafis dengan CorelDRAW

Belajar CorelDRAW penting untuk Anda yang ingin bisa desain gambar. Beberapa langkah berikut ini bisa menjadi dasar ketrampilan Anda.

Penyampaian informasi melalui gambar memiliki keunggulan dibandingkan tulisan, salah satunya singkat namun padat dan berisi. Terlebih di era media sosial seperti saat ini, mengunggah informasi melalui grafis tentu lebih praktis dan menjangkau sasaran lebih luas. Salah satu program yang banyak digunakan untuk membuat desain grafis adalah CorelDRAW. Melalui ulasan ini, mari memulai belajar CorelDRAW.

Sekilas Sejarah CorelDRAW

CorelDRAW merupakan produk dari Corel Corporation yang didirikan oleh Dr. Michael Cowpland tahun 1985. CorelDRAW sendiri mulai dikembangkan tahun 1987 dan  baru diluncurkan setahun kemudian. Saat ini diperkirakan pengguna dari software grafis berbasis vektor ini sudah mencapai 50 juta orang di seluruh dunia.

Berikut versi CorelDRAW yang pertama hingga sekarang.

  1. CorelDRAW Versi 1.0 (1988)
  2. CorelDRAW Versi 2.0 (1990)
  3. CorelDRAW Versi 2.5 (1992)
  4. CorelDRAW Versi 3.0 (1992)
  5. CorelDRAW Versi 4.0 (1993)
  6. CorelDRAW Versi 5.0 (1994)
  7. CorelDRAW Versi 6.0 (1996)
  8. CorelDRAW Versi 7.0 (1997)
  9. CorelDRAW Versi 8.0 (1998)
  10. CorelDRAW Versi 9.0 (1999)
  11. CorelDRAW Versi 10.0 (2000)
  12. CorelDRAW Versi 11.0 (2002)
  13. CorelDRAW Versi 12.0 (2003)
  14. CorelDRAW Versi X3 (2005)
  15. CorelDRAW Versi X4 (2008)
  16. CorelDRAW Versi X5 (2010)
  17. CorelDRAW Versi X6 (2012)
  18. CorelDRAW Versi X7 (2014)
  19. CorelDRAW Versi X8 (2016)
  20. CorelDRAW 2017
  21. CorelDRAW 2018

Baca Juga: Desain Grafis: CorelDraw vs Adobe Illustrator

Memulai Menggunakan CorelDRAW

Sebelum belajar CorelDRAW, hal pertama yang harus dilakukan tentu saja memulai menggunakan program tersebut.  Untuk membuka program, lakukan:

Klik Start > All Programs > Corel Graphics Suite > CorelDRAW (sesuai versi yang Anda miliki)

Beberapa menu pada CorelDRAW:

  1. New Graphic: untuk membuat gambar baru
  2. Open Last Edited: untuk membuka gambar yang terakhir kali diedit
  3. Open Graphic: untuk membuka gambar/objek yang tersimpan
  4. Template: untuk membuat gambar baru menggunakan Template
  5. CorelTUTOR: untuk membuka tutorial CorelDRAW

Pada CorelDRAW terdapat jendela dengan beberapa menu yang fungsinya berbeda. Menu tersebut antara lain:

  • Menu Bar: berisi pilihan menu terkait perintah dalam pengoperasian CorelDRAW.
  • Tool Box: berisi pilihan tools untuk membuat maupun mengedit gambar.
  • Tool Bar: berisi pilihan tools untuk memberikan perintah.
  • Property Bar: berisi perintah yang terkait dengan tools atau gambar yang aktif.
  • Drawing Page: area untuk mengolah hingga mencetak gambar.
  • Color Palette: berisi berbagai pilihan warna yang dapat digunakan untuk mewarnai gambar.
CorelDRAW merupakan produk dari Corel Corporation yang sangat populer sebagai tools untuk desain grafis.
CorelDRAW merupakan produk dari Corel Corporation yang sangat populer sebagai tools untuk desain grafis profesional maupun pemula.

Tahapan Belajar CorelDRAW untuk Pemula

Ada lima tahapan yang dapat Anda terapkan sebagai pemula dalam desain grafis menggunakan CorelDRAW. Berikut ini tahapan yang setidaknya harus Anda lalui untuk belajar CorelDRAW.

1. Pastikan Coreldraw bisa digunakan

Sebelum memulai, pastikan CorelDRAW yang akan Anda pasang kompatibel dengan laptop/PC Anda. Jika Anda merupakan pengguna notebook, CorelDraw X3 sudah cukup dan tidak memberatkan notebook. Jika Anda menggunakan windows, gunakan minimal windows 7 untuk meng-install CorelDRAW di laptop Anda.

2. Pahami fungsi tools dan shortcut keys-nya

Setelah sukses memasang CorelDraw, jangan lupa untuk membaca petunjuknya. Pelajari berbagai tools yang ada di sana, kemudian praktikkan sedikit demi sedikit. Bila perlu, pelajari juga shortcut keys untuk semakin mengefisienkan waktu ketika tengah mendesain.

3. Kuasai teknik memotong gambar terlebih dahulu

Berikut langkah untuk memotong gambar di CorelDRAW:

  • Klik menu lalu import (pilih gambar/objek yang akan dipotong)
  • Klik “pen” kemudian aktifkan daerah yang akan dipotong
  • Klik dan tahan dengan mengikuti alur potongan yang dinginkan
  • Jika sudah, kembali lagi ke titik awal, pilih Pick Tool dengan menekan spasi dan klik dalam garis yang telah dibuat
  • Tekan Shift, klik bagian luar garis, kemudian pilih Intersec
  • Klik garis yang dibuat dan tekan delete untuk menghapusnya

Baca Juga: Photo Editor: Adobe Photoshop vs Corel Photopaint

4. Kuasai juga teknik transparansi gambar

Salah satu kegunaan teknik ini untuk membuat bagian header website atau blog agar terlihat lebih menarik. Berikut langkah melakukan transparansi gambar:

  • Klik CTRL + I untuk mengimpor 2 gambar yang akan ditransparansi
  • Klik “move tool” untuk menumpuk kedua gambar
  • Klik “interactive transparency tool” untuk membuat gambar menjadi transparan
  • Geser gambar ke kanan atau kiri, sesuai dengan keinginan

5. Kuasai teknik penggabungan dua objek

Langkah-langkah untuk menggabungkan objek yang berbeda adalah:

  • Klik “pick tool” untuk menyatukan dua objek tersebut
  • Tekan shift pada papan tombol, lalu klik kedua objek, atau bisa juga tekan CTRL + A
  • Akan muncul menu terkait penggabungan objek:
  1. Weld untuk menggabungkan dua objek menjadi satu
  2. Trim untuk memotong suatu objek namun menggunakan objek lain sebagai pemotongnya
  3. Intersect untuk membuat sebuah objek baru dari irisan objek
  4. Simplify untuk memotong lebih dari dua objek dan semuanya dapat memotong satu sama lain
  5. Front Minus Back untuk memotong objek namun dengan menghilangkan objek yang berada di bawah/belakang
  6. Back minus Front untuk memotong objek namun dengan menghilangkan objek yang berada di atas/depan
  7. Create Boundary untuk membentuk sebuah objek baru dari dua objek yang berukuran sama dengan menghilangkan warna objek baru tersebut

6. Pelajari teknik membuat kontur

Pada dasarnya, kontur/contour sama dengan outline, yakni memberi garis tepi pada objek. Akan tetapi, ketika menggunakan contour, pengaturan ketebalan garis tepi dan jumlah lapisan garis tersebut lebih leluasa. Dengan kata lain, contour berfungsi membuat duplikat objek tertentu dengan warna dan ukuran yang dapat dimodifikasi.

Cara menggunakan contour tool pada CorelDRAW adalah sebagai berikut.

  • Buat objek yang berupa teks atau kurva
  • Klik objek tersebut, lalu klik contour tool dan pilih salah satu menu contour yang ingin digunakan. Menu pada contour tool yang dapat Anda pilih antara lain:
  1. To Center untuk memberikan efek contour dari luar ke pusat objek
  2. Inside Contour untuk memberikan efek contour dari luar ke dalam namun tidak sampai pusat
  3. Outside Center untuk memberikan efek contour dari dalam ke luar objek
  • Jika ingin memisahkan hasil contour dengan objeknya, bisa dengan Klik Kanan > Break Contour Group Apart atau tekan Ctrl + K

7. Pahami juga teknik blend objek

Tool yang berfungsi untuk membuat blend pada objek adalah Interactive Blend Tool. Kegunaannya untuk membuat efek penggandaan pada objek, sekaligus melakukan tranformasi dan pencampuran bentuk maupun warnanya.

Umumnya fungsi dari blend tool antara lain:

  • Blend Objects: untuk mencampurkan dua objek dan akan menghasilkan beberapa objek.
  • Blend Direction: untuk menentukan sudut pada objek yang di kenakan efek blend.
  • Acceleration: untuk mengedit jarak kerapatan objek yang di-blend.
  • Color Blend: untuk menentukan warna dari objek hingga membuat pallete warna. Pilihan yang tersedia adalah:
  1. Direct: untuk menentukan warna objek berdasarkan warnanya langsung
  2. Clockwise: untuk menentukan warna objek berdasarkan warna spektrumnya
  3. Counterclockwise: untuk menentukan warna objek berdasarkan warna spektrum dengan metode terbalik.

Belajar desain grafis juga membutuhkan waktu dan banyak latihan agar semakin mahir. Semoga ulasan ini membantu Anda yang ingin belajar CorelDRAW ya.

3 thoughts on “Belajar Desain Grafis dengan CorelDRAW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *