Kelebihan SBR Dibandingkan dengan Deposito

Apa saja kelebihan SBR dibanding dengan deposito? Masih awam mengenai investasi SBR? Cek ulasan secara detailnya di sini…

Pernahkah Anda mendengar istilah SBR dan deposito? Istilah deposito mungkin sudah sering kita dengar. Berbeda dengan SBR yang mungkin masih terasa asing ditelinga. Untuk Anda yang masih merasa asing dengan istilah SBR, simak penjelasan mengenai perbedaan SBR dan deposito berikut beserta beberapa kelebihan SBR jika dibandingkan dengan deposito.

Baca Juga: Saham Bluechip untuk Investasi Jangka Panjang

Perbedaan SBR dan Deposito

Salah satu jenis portofolio investasi yang diterbitkan oleh pemerintah lewat DJPPR merupakan pengertian dari Savings Bond Ritel atau SBR.  Jadi, SBR adalah sejenis surat utang yang dijual kepada individu yang berstatus WNI secara ritel ataupun eceran. Untuk target pembelinya adalah perorangan seperti karyawan swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS), para ibu-ibu bahkan generasi milenial juga.

Sedangkan, pengertian dari deposito yaitu suatu produk simpanan yang terdapat di bank dan untuk proses penyetoran serta penarikannya hanya bisa dilaksanakan pada waktu yang sudah ditentukan saja. Jadi, tidak seperti tabungan yang bisa Anda tarik bebas kapan saja termasuk juga dengan jumlah besarannya.  

Beberapa Kelebihan dari SBR

SBR bisa dikatakan minim risiko jika dibandingkan dengan saham yang mempunyai risiko tinggi. SBR minim risiko karena dijamin oleh negara. Jadi, risiko gagal bayar tidak akan ada. Ada beberapa kelebihan SBR, diantaranya yaitu:

  • Tidak adanya risiko mengenai tingkat bunga. Sebab kupon tersebut mengambang, jadi terdapat suatu kupon minimal.
  • Mengenai masalah modal yaitu mulai dari Rp 1 juta.
  • Terdapat fasilitas pencairan atau istilah lainnya early redemption dana yang lebih cepat sebelum tanggal jatuh tempo.
  • Telah ikut berkontribusi di dalam upaya membangun negeri.

Terdapat istilah kupon pada SBR yang memiliki maksud bunga. Ada jenis SBR yang terbaru yaitu SBR005. SBR jenis tersebut baru saja dirilis pada bulan Januari 2019. Pada SBR005 ini pemerintah memberikan penawaran bunga sebesar 8,15%.  Kupon ini mengambang terhadap kupon minimal hingga jatuh tempo tanggal 10 Januari 2021 atau dalam kurun waktu 2 tahun.

SBR memiliki besar bunga yang menyesuaikan dengan perubahan dari suku bunga dengan acuan BI pada waktu tertentu yaitu setiap 3 bulan sekali. Jika suku bunga dengan acuan BI turun misalnya dengan jumlah 25 basis poin, maka jumlah bunga SBR akan tetap yaitu sejumlah 8,15%. Namun, jika naik sejumlah 25 basis poin, maka kupon SBR akan naik juga menjadi 8,40%.

Baca Juga: Reksadana vs Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Kelebihan Lainnya

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah adanya potongan pajak sebesar 15%. Jumlah ini tentunya lebih kecil jika dibandingkan dengan deposito yang memiliki potongan pajak sebesar 20%. Keuntungan lainnya dari SBR yaitu bisa mencairkan bunga sebelum tanggal ketentuan. Jadi, Anda bisa mencairkannya baik sebagian atau seluruh dana jika sewaktu-waktu memerlukan uang.

Fasilitas dari pencairan tersebut hanya bisa dilaksanakan pada tanggal 27 Januari hingga 4 Februari 2020. Para investor yang bisa mengambil dananya adalah yang memiliki SBR005 pada setiap agen penjual sebesar 2 juta. Jumlah maksimal pencairan hanya bisa 50% dari total kepemilikan SBR investor tersebut.

Keuntungan berikutnya yaitu Anda bisa mulai melakukan investasi pada SBR dengan modal 1 juta. Jadi, Anda bisa ikut berpartisipasi pada SBR ini untuk berkontribusi membangun negeri. Hal ini karena dana hasil SBR nantinya akan digunakan oleh pemerintah untuk membiayai infrastruktur maupun pembiayaan jenis lainnya.

Itu tadi penjelasan mengenai perbedaan SBR dan deposito serta beberapa kelebihan SBR jika dibandingkan dengan deposito. Semoga penjelasan tersebut bisa memberikan manfaat untuk Anda serta menambah pengetahuan terkait masalah SBR dan deposito.

One thought on “Kelebihan SBR Dibandingkan dengan Deposito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *