Alasan Mengapa Saham Bluechip Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Di artikel ini ada 6 kelebihan yang dimiliki saham bluechip. Simak secara seksama dan investasi Anda akan hasilkan keuntungan fantastis!

Di masa kini, masyarakat mulai sadar akan pentingnya melakukan investasi untuk kepentingan masa depan. Salah satunya adalah berinvestasi pada saham bluechip. Pada dasarnya berinvestasi pada saham tersebut, dapat menghasilkan keuntungan lebih dibandingkan dengan instrumen saham jangka panjang lainnya.

Uniknya, investasi saham dapat diakses secara mudah melalui gadget yang Anda miliki. Hal ini tentu saja memudahkan Anda untuk memperhatikan pergerakan harga saham,  sehingga dapat memutuskan tindakan selanjutnya. Misalnya hendak menjual saham atau justru membelinya. Namun, bagi para investor pemula tentu saja disarankan untuk memilih saham yang tergolong aman, yakni saham bluechip.

Berinvestasi pada perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi yang besar, dapat dilihat berdasarkan aset, penjualan, dan laba bersih yang didapatkan. Hal ini memunculkan asumsi bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi keberhasilan dalam jangka panjang. Imbasnya tentu saja pada keuntungan yang bisa Anda peroleh.

Baca Juga: Beli Saham Bluechip atau Saham Gorengan?

Para analis saham lebih sering menyarankan kepada investor pemula untuk membeli saham bluechip. Hal ini dilatarbelakangi oleh pergerakan harga yang cenderung lebih stabil dibandingkan saham lainnya. Selain itu rentang waktu yang dimiliki pun cukup lama. Untuk Anda yang masih awam di dunia investasi, berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh saham tersebut.

1. Mendapatkan Pengakuan Secara Nasional atau Multinasional

Saham dengan kategori bluechip biasanya sudah memperoleh pengakuan baik secara nasional maupun multinasional. Ini sangat penting untuk mengetahui kredibilitas dari sebuah perusahaan. Dengan pengakuan tersebut, Anda tidak perlu khawatir untuk berinvestasi pada perusahaan yang dituju.

2. Telah Beroperasi Cukup Lama

Perusahaan dengan kategori bluechip biasanya telah cukup lama beroperasi. Ini berarti bahwa perusahaan memiliki sistem manajemen yang baik. Selain itu membuktikan bahwa kinerja perusahaan sudah di atas rata-rata.

3. Harga yang Tergolong Stabil dan Tidak Fluktuatif

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh saham ini adalah besarnya kapitalisasi perusahaan, serta harga saham yang cukup besar. Hal ini memungkinkan harga saham tidak mudah mengalami penurunan atau kenaikan yang terlalu signifikan hanya dalam waktu singkat. Saham ini tergolong jenis saham yang paling jarang terkena auto reject dari pasar bursa.

Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.
Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.

Auto reject

Auto reject bermakna adanya batasan minimum atau maksimum yang berkaitan dengan kenaikan atau penurunan harga saham di pasar bursa. Pembatasan tentu saja memiliki tujuan yang baik. Yakni, untuk menciptakan sebuah iklim perdagangan yang kondusif di BEI (Bursa Efek Indonesia).

Untuk lebih memahami aturan besaran Auto Rejection, simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Harga jual atau beli saham yang masuk ke JATS ternyata lebih dari Rp50. Selain itu tidak adanya standar mengenai batas atas dan bawah.
  2. Jika Harga jual atau beli saham yang masuk ke JATS ternyata lebih dari 35%. Tentu saja kelebihan ini bisa saja di atas atau di bawah acuan harga yang telah ditetapkan oleh BEI. Aturan ini berlaku bagi saham yang memiliki  rentang harga mulai dari Rp50 – Rp200.
  3. Harga jual atau beli saham yang masuk ke JATS ternyata lebih dari 25%. Baik di atas maupun di bawah standar acuan harga yang telah ditetapkan. Aturan ini berlaku bagi saham yang memiliki rentang harga lebih dari Rp200 – Rp5.000.
  4. Apabila Harga jual atau beli saham yang masuk ke JATS ternyata lebih dari 20%. Standar ini tentu saja berlaku di atas atau di bawah acuan harga. Aturan ini peruntukkan bagi  saham yang memiliki harga diatas Rp5000,-
  5. Penerapan auto rejection  yang ditetapkan sebesar dua kali dari persentase batasannya. Aturan ini  diterapkan bagi saham yang baru pertama kali di perdagangkan pada penawaran umum di BEI.

Sebenarnya, kelebihan saham bluechip terletak pada kemampuannya untuk bertahan dalam menghadapi fluktuasi pasar. Hal ini dikarenakan  saham ini ternyata memerlukan waktu berbulan-bulan untuk dapat naik atau turun. Memang saham ini tergolong lambat dalam pertumbuhannya, namun dengan tingkat kestabilan yang tinggi, saham ini layak untuk dipertimbangkan.

Baca Juga: Investasi di Saham Lokal atau Saham Asing?

4. Kinerja Fundamental yang Baik

Perusahaan yang tergolong ke dalam kategori bluechip adalah perusahaan yang mapan. Tentu saja perusahaan juga telah menjadi market leader di pasar saham. Meskipun pertumbuhannya yang sedikit lebih lambat, tapi telah terbukti lebih stabil dalam menghadapi resesi ekonomi.

Perusahaan yang masuk ke dalam kategori ini, bisa dikatakan sebagai perusahaan dengan etos kerja yang baik. Ditambah lagi biasanya dikelola oleh orang-orang professional. Selain itu biasanya perusahaan bergerak di bidang industri yang hasilnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Dengan ini kemungkinan laba yang dihasilkan lebih besar dari saham lainnya dan secara rutin dibagikan kepada investor.

Perusahaan yang masuk dalam kategori bluechip, sudah pasti sangat layak untuk dijadikan investasi jangka panjang. Tentu saja untuk memperoleh penghasilan pasif, saham ini memiliki kans yang cukup besar, karena perusahaan sangat serius mengelola bisnisnya.

Baca Juga: Peranan Fundamental dalam Menentukan Saham Pilihan

5. Memiliki Risiko Likuiditas yang Kecil

Keunggulan saham bluechip dibandingkan dengan jenis saham lainnya adalah kemungkinan mengalami collapse sangat kecil. Apalagi jika melihat pada tingkat kestabilan harganya yang cukup baik. Sebenarnya jika dibandingkan dengan pergerakan harga saham pada perusahaan kapitalisasi kecil. Bluechip tergolong minim fluktuasi, sehingga risiko bertransaksi dengan saham ini jauh lebih kecil. Imbasnya pada kemungkinan mengalami kerugian yang bisa diminimalisir dengan tepat.

Tentunya, ketika Anda hendak melakukan transaksi saham dengan kapitalisasi kecil perlu mempelajari hal penting seperti kemampuan untuk menganalisa dengan baik. Serta wajib memiliki sebuah disiplin kerja yang ketat untuk dapat membatasi kemungkinan terjadinya risiko. Hal inilah yang kemudian risiko likuiditas dari bluechip tergolong kecil dan aman bagi para investor pemula.

Baca Juga: Saham Pemberi Dividen Terbanyak

6.     Laporan Keuangan yang Baik

Keunggulan bluechip lainnya terletak pada laporan keuangannya. Jika menilik secara seksama, laporan keuangan bluechip selalu memuat margin keuntungan yang baik dibandingkan para pesaingnya. Hal ini tentu saja didasarkan pada kekuatan brand, harga, serta skala bisnisnya yang cukup besar. Neraca perdagangan yang dimiliki juga sangat besar dan tentu saja melalui pengelolaan yang baik. Hal ini berimbas pada akses sumber dana yang murah dari pasar obligasi atau bahkan dari sumber lainnya.

Berikut contoh saham perusahaan bluechip atau sering pula disebut dengan istilah big chip:

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)
  3. PT Astra Internasional Tbk (ASII)
  4. PT Unilever Tbk (UNVR)

Setidaknya ada 45 perusahaan yang masuk kategori bluechip yang dikenal pula dengan istilah index LQ45. Selama enam bulan sekali, perusahaan-perusahaan tersebut akan dievaluasi untuk menentukan nilai kapitalisasinya. Selain itu pasca evaluasi, perusahaan akan diberikan peringkat atau benchmark.

Demikianlah empat kelebihan yang dimiliki oleh saham bluechip. Bagi Anda para investor pemula yang baru saja terjun ke bidang ini, pemilihan saham berkategori bluechip akan sangat membantu untuk meminimalkan kerugian.

One thought on “Alasan Mengapa Saham Bluechip Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *