Investasi di Reksadana atau Deposito?

Reksadana vs deposito mempunyai kelebihan serta kekurangannya sendiri-sendiri. Pastikan Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan.

Reksadana dan deposito merupakan 2 jenis investasi yang sama-sama menarik untuk dipilih. Reksadana vs deposito mempunyai kelebihan serta kekurangannya sendiri-sendiri. Pastikan Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Untuk lebih lengkapnya simak uraian mengenai keuntungan serta kerugian dari kedua investasi tersebut.

Keuntungan Reksadana

Sebelum mengetahui perbandingan antara reksadana vs deposito mana yang lebih baik. Maka, Anda perlu mengetahui beberapa keuntungan dari investasi reksadana lebih dulu, antara lain…

· Keuntungan Tinggi

Keuntungan yang diberikan oleh reksadana bisa mencapai hingga presentase 20% rata-rata per tahun. Keuntungan tinggi ini memberikan kesempatan investor untuk memakai reksadana saham sebagai salah satu instrumen untuk mempersiapkan dana pensiun maupun dana pendidikan yang berjangka waktu panjang.

· Dikelola Oleh Manajer Investasi yang Profesional

Pengelolaan reksadana dilakukan oleh manajer investasi yang profesional. Jadi, bagi Anda yang memiliki pengetahuan yang terbatas dan tidak memiliki waktu untuk menganalisa investasi tidak perlu khawatir. Mengenai fee untuk membayar manajer investasi dibagi ke seluruh investor. Jadi, biaya yang dikeluarkan menjadi terjangkau.

· Diversifikasi Risiko

Diversifikasi risiko ditawarkan oleh reksadana karena uang investor nantinya akan disebar ke berbagai instrumen. Jadi, jika terjadi suatu risiko tidak seluruhnya mengalami turun nilainya dengan bersamaan. Diversifikasi seperti ini akan sulit dilakukan jika Anda merupakan investor individual karena memiliki keterbatasan dana investasi.

Baca Juga: Pentingnya Diversifikasi Pengelolaan Investasi

· Beli Jual Online

Transaksi reksadana bisa dilakukan dengan mudah via website secara online. Sistem online membuat biaya transaksi yang dikeluarkan menjadi lebih murah. Selain itu, proses monitoring menjadi lebih mudah.

· Jumlah Investasi Kecil

Reksadana sudah bisa dimulai dengan jumlah investasi yang kecil bahkan bisa dimulai dengan biaya Rp100.000 saja. Anda bisa melakukannya melalui salah satu jenis situs e-commerce.

Kelemahan Reksadana

Selain memberikan beberapa keuntungan, reksadana juga mempunyai beberapa risiko kerugian yang perlu diketahui dan diantisipasi oleh para investor, diantaranya yaitu…

· Biaya Investasi

Di dalam proses transaksi beli-jual, para investor harus membayarkan biaya investasi reksadana. Biaya ini akan berdampak pada return yang nantinya diterima oleh para investor. Hal ini karena hasil investasi reksadana akan dikurangi untuk membayar biaya-biaya yang diperlukan. Biaya bisa dikurangi jika memakai platform online.

· Kerugian Investasi

Investasi tentunya memiliki risiko kerugian begitupun dengan reksadana. Jenis instrumen yang dipilih akan menentukan tingkat risiko dari reksadana. Jadi, tidak ada jaminan bahwa harga bisa selalu mengalami kenaikan.

Baca Juga: Mengenal Instrumen Reksadana dan Jenis-Jenisnya

· Membutuhkan Waktu Pencairan

Waktu pencairan yang diperlukan oleh reksadana yaitu 3 hingga 4 hari kerja semenjak perintah diberikan hingga dana tersebut masuk ke rekening para investor. Waktu pencairan yang tidak sebaik tabungan ini dianggap wajar karena investasi nantinya akan memberikan return dengan jumlah yang lebih besar.

· Penutupan Reksadana

Penutupan reksadana bisa saja dilakukan oleh otoritas pada saat jumlah dana yang dikelola mengalami penurunan dibawah jumlah nilai minimum. Jadi, tetap ada risiko reksadana ditutup walaupun kemungkinannya relatif kecil.

Keuntungan Deposito

Setelah mengetahui keuntungan dan kerugian reksadana untuk mengetahui perbandingan reksadana vs deposito. Maka, Anda juga perlu mengetahui keuntungan dari deposito. Diantaranya yaitu…

· Sarana Investasi Menguntungkan

Deposito merupakan salah satu investasi menguntungkan yang aman karena sudah dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan sepenuhnya. Jadi lebih aman dan terjamin.

· Lebih Mudah Mengakses Bunga Deposito

Sebenarnya deposito tidak memperbolehkan pemilik dananya untuk melakukan akses terhadap uangnya secara bebas dan setiap saat. Meskipun demikian, sekarang ini sudah ada beberapa bank di Indonesia yang memberikan suatu kemudahan yaitu nasabah bisa mengambil bunga depositonya.

· Suku Bunga Lebih Tinggi

Nilai suku bunga dari deposito memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dan menguntungkan jika dibandingkan dengan jumlah suku bunga tabungan biasa. Dana dari deposito tidak terpotong biaya administrasi.

· Risiko Kerugian Cukup Kecil

Dengan menggunakan deposito, risiko adanya fluktuasi pasar bisa terlindungi. Adanya LPS akan bisa menjaga uang yang sudah Anda simpan dari kemungkinan terjadinya penyelewengan dana. Pihak LPS akan memberikan jaminan dana milik setiap nasabah yang bersangkutan jika bank tempat menyimpan uang Anda tersebut tiba-tiba mengalami bangkrut.

Kelemahan Deposito

Selain memiliki keuntungan, deposito juga memiliki kelemahan, diantaranya yaitu…

· Hasil Imbal Rendah

Hasil imbal yang diberikan oleh deposito jauh lebih rendah atau bisa dibilang paling rendah dari seluruh bentuk investasi baik itu jenis saham maupun obligasi.

· Nilai Investasi Tidak Akan Bertambah

Nilai investasi deposito tidak akan bertambah karena nasabah tidak memiliki kesempatan untuk terlibat langsung di dalam proses pengelolaan dana tersebut.

· Deposito Lemah Terhadap Inflasi

Deposito memiliki kelemahan terhadap inflasi. Jadi, nilai bunga setinggi apapun yang diberikan tidak akan memiliki arti apapun jika terjadi inflasi yang sangat tinggi. Hal inilah yang membuat jumlah nilai bunga tidak akan berpengaruh terhadap nilai pokok Anda.

Perbandingan Deposito dan Reksadana

Investasi reksadana vs deposito mana yang lebih baik? Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Namun, untuk pemula yang cocok adalah…
Baik reksadana maupun deposito memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya menawarkan return yang stabil (reksadana pasar uang dan deposito) serta likuiditas yang baik.

Untuk mengetahui perbandingan dari reksadana vs deposito, berikut ulasannya…

1. Jangka Waktu Investasi

Deposito memiliki jangka waktu investasi yang menyesuikan dengan keinginan investor. Namun pikirkan secara matang, dana yang akan dipakai untuk deposito tersebut murni untuk investasi serta tidak akan ditarik nantinya sewaktu-waktu. Sedangkan reksadana tidak mempunyai jangka waktu investasi dan Anda bisa mengambil dana tersebut kapan saja dan tidak akan dikenai denda jika sewaktu-waktu mengambilnya.

2. Jumlah Minimum Investasi

Jumlah minimum investasi pada deposito biasanya dimulai dengan angka jutaan dengan nominal tergantung masing-masing bank. Sedangkan reksadana mempunyai jumlah minimm nominal awal yang jauh lebih rendah. Anda bisa memulainya dengan biaya Rp100.000 saja. Jadi, investor pemula tidak perlu mempunyai modal yang terlalu besar jika ingin memulai investasi.

3. Suku Bunga

Suku bunga yang ditawarkan oleh deposito jika dibandingkan dengan tabungan biasa memang lebih tinggi. Angkanya bisa berkisar antara 4 hingga 7%. Sedangkan reksadana memberikan keuntungan yang jauh lebih tinggi yaitu berkisar antara 7 hingga 17% tergantung dari jenisnya.

4. Risiko

Risiko investasi melalui deposito relatif rendah dan tergolong aman karena dijamin oleh LPS. Sedangkan reksadana yang memiliki keuntungan tinggi tentunya diikuti oleh risiko yang tinggi juga. Walaupun kecil kemungkinan modal investasi Anda akan habis atau hilang, namun risiko kerugian tetap ada karena fluktuasi dari harga saham.

Lebih Baik Deposito atau Reksadana?

Setelah mengetahui perbandingan antara reksadana vs deposito, jawaban mengenai pilihan lebih baik deposito atau reksadana adalah tergantung kebutuhan. Jika Anda belum berani mengambil risiko dalam melakukan investasi, maka deposito merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika Anda sudah menjalankan beberapa jenis investasi dan ingin berganti ke instrumen yang lebih menantang, menggiurkan dan siap untuk mengalami kerugian, maka reksadana bisa dijadikan pilihan.

Baca Juga: Tips Memulai Investasi Saham dan Reksadana Bagi Pemula

Itu tadi penjelasan mengenai keuntungan serta kelemahan dari investasi deposito dan reksadana. Reksadana vs deposito lebih baik mana? Jawabannya adalah sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Semoga dengan adanya penjelasan tersebut bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *