Perlukah Melakukan Test Plagiarisme pada Artikel Buatan Sendiri?

Ada 4 cara untuk menghindari kemungkinan terjadinya plagiasi pada artikel yang Anda buat. Yakni melakukan parafrase. Simak 3 cara lainnya di artikel ini!

Semakin berkembangnya zaman, memunculkan berbagai jenis profesi yang belum pernah didengar sebelumnya, misalnya penulis artikel. Namun, pekerjaan satu ini pun juga tergolong rumit, lantaran artikel tersebut harus melalui plagiat test. Tujuannya tentu saja agar artikel yang ditulis tidak terindikasi tindakan plagiarisme.

Melakukan plagiat test tidak hanya berlaku pada saat mengerjakan artikel pesanan. Bahkan, jika Anda menulis artikel untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk mengisi blog yang dipunyai. Sudah barang tentu, terbebas dari plagiat adalah sebuah kewajiban.

Pada dasarnya, ada 3 jenis pelanggaran plagiarisme yang perlu Anda ketahui. Pertama, plagiarisme langsung yang berarti si penulis artikel melakukan copy-paste tanpa menyertakan sumber. Kedua adalah plagiarisme sebagian yang berarti si penulis melakukan parafrase, tetapi masih ada beberapa kalimat yang identik dengan tulisan aslinya. ketiga, plagiarisme ringan yakni, penulis telah melakukan parafrase namun lupa mencantumkan sumber. Terakhir, plagiarisme yang dilakukan lantaran sumber yang dipakai sangat minim.

Di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar dapat melewati plagiat test dengan baik. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!

Gunakan Sitasi

Sitasi bermakna tindakan untuk menunjukkan sumber tulisan baik berupa kutipan atau pernyataan yang diambil oleh seorang penulis. Sehingga, meskipun Anda menyalin sebuah pernyataan, tetap diketahui secara jelas sumber aslinya. Penulisan sitasi sendiri bertujuan untuk memberikan informasi dari mana pernyataan tersebut didapatkan. Penggunaan sitasi tidak hanya berlaku untuk buku, jurnal, atau sumber akademik lainnya. Informasi yang didapatkan dari internet pun wajib menggunakan sitasi agar lolos plagiat test.

Ada 2 cara penulisan sitasi yang benar:

1. Catatan Langsung

Yakni dengan cara memasukkan catatan langsung ke dalam naskah yang ditulis. Catatan ini bisa berupa alamat rujukan singkat dari bahan yang dijadikan sebagai sumber acuan. Biasanya catatan ini merujuk pada nama penulis, tahun penerbitan, dan halaman pengambilan kutipan.

2. Footnotes (catatan kaki) dan Endnotes (catatan akhir)

Proses penulisan catatan kaki adalah dengan meletakkannya pada bagian bawah halaman. Penulisannya pun dipisahkan dari naskah utama dengan memakai garis. Adapun informasi referensi yang dituliskan pada catatan kaki berupa: nama penulis, judul, penerbit, kota, tahun terbit, dan halaman pengambilan kutipan.

Sedangkan untuk catatan akhir, penulisannya hampir mirip dengan Teknik penulisan catatan kaki. Namun, terdapat perbedaan pada penempatan catatan, yakni diletakkan pada bagian akhir tulisan atau bab.

Baca Juga: Tips Membangun Blog Berbahas Inggris

Mencatat  Semua Sumber/Daftar Pustaka yang Dipergunakan

Jika Anda menulis sebuah artikel atapun berbagai karya tulis lainnya, usahakan untuk mencatat semua penggunaan daftar pustaka. Lakukan hal ini sejak awal, untuk mencegah terjadinya kemungkinan ada salah satu bahan pustaka yang terlewat untuk dimasukkan.

Misalnya, Anda telah memasukkan kutipan pada body note atau sudah membuat foot note. Namun, terlewat untuk memasukkannya dalam susunan daftar pustaka. Dengan cara ini, kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penyusunan bahan daftar pustaka dapat diminimalisir sejak awal.

Melakukan Parafrase

Untuk jenis tulisan yang memakai kutipan langsung, biasanya sering memiliki potensi untuk dianggap sebagai tindakan plagiat. Agar terhindar dari masalah ini ketika melakukan plagiat test adalah dengan cara melakukan parafrase.

Parafrase bermakna, Anda menulis ulang kalimat yang dikutip tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri. Cara ini terbilang lebih mudah karena penggunaannya tidak serumit penulisan kutipan langsung.

Melakukan Interpretasi

Agar gagasan atau ide yang hendak Anda tulis dapat diperkuat, maka lakukanlah analisis untuk menghasilkan sebuah interpretasi. Interpretasi bisa saja berbeda dengan kutipan yang hendak dimasukkan ke dalam sebuah tulisan. Hal ini lumrah  untuk dilakukan, akan tetapi sebaiknya interpretasi dilakukan seperlunya saja.

Manfaatkan Aplikasi Pengecekkan Plagiat

Jika Anda masih saja khawatir akan kemungkinan terjadinya plagiat, manfaatkan aplikasi anti plagiarisme. Cara kerja dari model aplikasi tersebut adalah dengan menemukan kemiripan antara tulisan Anda dengan tulisan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Aplikasi ini akan menunjukkan seberapa besar kemiripan yang dihasilkan oleh pencarian dengan tulisan yang Anda buat.

Ingin membangun blog dan menghasilkan dollar dari internet? Ingin tahu keunggulan blog bule vs lokal? Coba simak perbandingannya berikut ini.
Meskipun menulis artikel dengan pikiran dan karya sendiri, plagiat test tetap disarankan untuk dilakukan. Selain menghindari kesamaan yang bersifat kebetulan, melakukan plagiat test pada karya kita yang sudah terbit cukup lama dapat mengetahui indikasi adanya plagiarisme atau penyalahgunaan oleh pihak lain.

Biasanya aplikasi ini memiliki tingkat kevalidan yang berbeda, apalagi jika berbicara mengenai aplikasi yang berbayar dengan premium. Tentu saja aplikasi premium akan memiliki tingkat pemeriksaan yang jauh lebih  baik ketimbang aplikasi gratis.

Berikut beberapa aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk mengecek plagiat:

1. Plagiarism Checker dari Small SEO tools

Aplikasi satu ini biasanya lebih sering dipakai para penulis blogger atau website untuk memastikan tulisan terbebas dari kemungkinan plagiasi. Hal ini dikarenaka para content creator ini terikat kewajiban menulis sebuah konten yang berkualitas dan tentunya terbebas dari indikasi plagiat.

Untuk menggunakan aplikasi ini Anda tidak perlu melakukan pembayaran, alias gratis. Kemampuan satu kali mendeteksi yang dilakukan aplikasi ini mencapai 5000 kata. Cukup copy-paste artikel yang Anda Tulisa ke dalam kotak yang tersedia, kemudian tekan opsi CHECK PLAGIARISM dan tunggu hasilnya.

Baca Juga: Tips Meningkatkan Traffic Blog yang Efektif

2. Unicheck

Jika plagiarism checker dipergunakan oleh para blogger, unicheck justru lebih sering dipakai oleh pendidik, peneliti, dan editor. Website satu ini bisa dikatakan cukup popular, selain itu penggunaannya pun sangat mudah.

Kelebihan aplikasi ini adalah Anda dapat mengecek hingga ke bagian paling kecil dari hasil tulisan yang Anda buat. Unicheck juga mampu melakukan pemindaian teks dari format yang berbeda secara sekaligus. Sayangnya, aplikasi ini tidak gratis. Anda perlu merogoh kocek sekitar $5.

3. DupliChecker

Aplikasi berbayar ini juga dapat dioperasikan secara mudah. Cukup dengan melakukan copy-paste artikel yang ditulis ke dalam box yang telah disediakan. Tingkat akurasi aplikasi ini cukup tinggi. Aplikasi ini juga menyediakan layanan gratis terbatas yang hanya bisa dipergunakan sebanyak satu kali saja.

4. Writecheck

Aplikasi ini tidak hanya mampu memeriksa kemungkinan adanya plagiasi saja. Namun, dapat pula dipergunakan untuk mendeteksi kesalahan pada tata Bahasa dan kesalahan ejaan pada sebuah tulisan. Sayangnya, aplikasi ini hanya dapat digunakan setelah Anda melakukan registrasi dan membayar sejumlah uang untuk terdaftar sebagai pelanggan.

5. Copyscape

Ini juga salah satu aplikasi yang bisa digunakan secara gratis. Akan tetapi, jika Anda hendak memiliki akun premium, aplikasi ini juga menyediakan akses berbayar bagi pengunjungnya. Tentunya akses berbayar jauh lebih lengkap ketimbang askes secara gratis. Aplikasi ini juga memberikan perlindungan bagi para blogger agar situs yang dimiliki terbebas dari plagiasi.

6. PlagTracker

Aplikasi ini dapat digunakan secara online dan gratis. Akan tetapi, bagi Anda yang ingin mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap, dapat memilih opsi berlangganan.

7. Viper anti-plagiarism scanner

Aplikasi ini hanya bisa digunakan secara online saja, sehingga Anda perlu melakukan registrasi terlebih dahulu. Selain itu Anda juga diwajibkan untuk mengunduh aplikasi tersebut pada gadget yang dimiliki. Tersedia kurang lebih 10 Miliar sumber tulisan yang dapat dijadikan sebagai pembanding artikel yang Anda tulis.

Baca Juga: Search Engine Optimization (SEO), Seberapa Penting?

Demikian beberapa aplikasi plagiat test dan cara meminimalisir kemungkinan adanya plagiasi dalam tulisan Anda. Plagiasi merupakan salah satu tindakan yang tidak bermoral dan tentu saja melanggar hukum. Jika Anda terbukti melakukan hal tersebut dapat dikenakan sanksi berupa kurungan atau membayar sejumlah uang sesuai aturan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *