Tips dan Cara Meminimalisir Resiko Investasi Saham

Apa saja resiko investasi saham yang harus diketahui untuk para pemula dunia investasi saham? Berikut jawaban detailnya.

Investasi saham saat ini menjadi salah satu pilihan menabung yang sangat menarik. Bahkan, adakalanya invsestor mengandalkannya sebagai sumber pendapatan sampingan. Namun, tidak bisa dipungkiri juga jika resiko investasi saham ini cukup besar sehingga perlu diperhatikan. Hal ini sudah menjadi rahasia umum sehingga tidak heran jika beberapa orang tidak berani terjun ke sana.

Meski berbagai resiko masih mungkin Anda jumpai, sebenarnya hal tersebut bisa diminimalisir jika memiliki triknya. Baik selama memulai investasi maupun ketika sudah dalam perjalanan investasi itu sendiri. Lalu, bagaimana cara jitu meminimalisir resiko tersebut? Nah, untuk bisa lebih aman investasi saham, silahkan simak ulasan cara meminimalisir resiko investasi di bawah ini…

1. Memilih Broker dengan Hati-hati

Sudah tidak dapat dimungkiri lagi ketika Anda akan melakukan investasi saham, maka salah satu yang harus dipenuhi adalah broker. Dalam hal ini memilih broker tentu saja bukanlah hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan. Sedangkan untuk memastikan bahwa Anda tidak akan dirugikan, maka pastikan terlebih dahulu keamanan broker tersebut.

Oleh sebab itu, usahakan Anda melakukan pemilihan secara lebih hati-hati dan lebih selektif. Pastikan memiliki informasi yang akurat dan daftar broker terpercaya yang bisa menjadi andalan Anda. Selain terkait jaminan keamanan, memiliki broker terpercaya juga akan memberikan beberapa keuntungan penting lainnya untuk Anda.

2. Pilih Perusahaan yang Tepat untuk Investasi

Selain broker, dalam investasi tidak bisa lepas dari sebuah perusahaan di mana Anda akan membeli sahamnya. Tidak hanya broker saja tentunya yang sulit untuk dipilih, memilih perusahaan pun juga tidak mudah. Tentu saja ada banyak pertimbangan yang harus di lakukan, khususnya dalam rangka menghindari resiko investasi saham sendiri sehingga lebih aman dan benar-benar menguntungkan.

Dalam hal ini ada beberapa kriteria yang harus Anda perhatikan. Diantaranya adalah memilih perusahaan yang memiliki potensi perkembangan yang tinggi. Perusahaan seperti ini akan membuat saham Anda terus berkembang nilainya. Selain itu, pastikan juga bahwa perusahaan tersebut tidak bermasalah dan banyak direkomendasikan oleh yang sudah berpengalaman.

Baca Juga: Beli Saham Bluechip atau Saham Gorengan?

3. Anda Harus Lebih Berhati-hati untuk Investasi Jangka Pendek

Perlu diketahui bahwa yang namanya investasi saham ada yang jangka panjang ada hanya jangka pendek saja. Biasanya jangka panjang ini disebut dengan menabung saham yang ditunggu kenaikan nilainya seiring dengan perkembangan perusahaan. Sedangkan yang jangka pendek, saham yang dimiliki akan dijual kembali dalam waktu dekat untuk mendapatkan keuntungan selisih harga.

Dari kedua jenis investasi tersebut, investasi jangka pendek dianggap lebih beresiko. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati. Apalagi mengingat harga saham yang akan terus naik turun. Di sini Anda dituntut terus aktif melakukan trading. Selain itu, jangan sampai terkecoh dengan harga dan terlalu banyak membeli saham saat harganya sedang melambung tinggi.

Baca Juga: Trading Saham vs Menabung Saham

4. Akan Jauh Lebih Aman Memperpanjang Masa Tonernya

Sekali lagi, masih dalam rangka mengurangi resiko investasi saham, tentu akan lebih aman jika memilih investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang tergolong demikian karena kenaikan harganya tidak banyak dipengaruhi oleh harga pasar saham sendiri. Aset Anda berupa saham hitungannya akan terus bertambah ketika perusahaan berkembang.

Namun, untuk saham yang demikian Anda perlu memilih perusahaan yang memang benar-benar berpotensi untuk memberikan keuntungan. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa investasi jangka panjang ini berbeda dengan jangka pendek yang bisa memberikan keuntungan setiap saat. Hanya saja kalau berbicara resiko dan keamanan, jelas lebih tinggi tingkatannya.

5. Lakukan Diversifikasi Investasi

Mengenai investasi saham Anda bisa melakukannya diperusahaan manapun, bahkan di beberapa perusahaan sekaligus. Sedangkan untuk meminimalisir resiko investasi saham, maka diversifikasi investasi ini akan jauh lebih aman dibandingkan hanya pada satu perusahaan khusus saja. Pada intinya, jika satu investasi gagal Anda masih memilih beberapa daftar investasi yang lain.

Jika sudah mengetahui hal ini, maka sudah saatnya Anda mulai berpikir untuk memperbanyak daftar perusahaan untuk investasi. Meski demikian, jangan terlalu berlebihan juga. Jika terlalu banyak daftar perusahaan tempat Anda investasi, maka bisa jadi itu akan merugikan pula. Anda bisa memecah investasi pada beberapa daftar, namun tidak terlalu banyak.

Baca Juga: Pentingnya Melakukan Diversifikasi Pengelolaan Kekayaan dan Investasi

6. Jangan Gunakan Uang Panas untuk Investasi

Investasi ini sama halnya dengan tabungan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika menggunakan uang bersih atau uang tabungan sendiri bukan hutang atau yang lainnya. Usahakan Anda di sini tidak menggunakan uang panas yang justru akan merugikan di belakang hari. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, investasi ini memiliki beberapa resiko kerugian. Karena itulah uang panas tidak dianjurkan dimasukkan investasi saham.

Hal ini perlu lebih ditekankan lagi bagi Anda yang memilih jenis investai saham jangka pendek yang resikonya lebih tinggi. Khususnya terkait naik turunnya harga yang waktunya tidak bisa diprediksi. Ketika Anda meleset sedikit saja dan sedang menggunakan uang panas dalam proses trading tersebut, tentu akan merugikan Anda sendiri setelahnya.

7. Tidak Membeli Saham Berdasarkan Rumor

Sejauh ini sudah tidak asing lagi beberapa orang yang membeli saham hanya berdasarkan rumor saja. Baik itu pemberitahuan dari saudara, rekan kerja dan lain sebagainya. Padahal rumor tersebut belum tentu bisa dipercaya. Bahkan, hal seperti ini meningkatkan resiko investasi saham bagi Anda karena belum tahu secara pasti terkait saham sekaligus perkembangan perusahaan yang akan dibeli.

Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.
Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Prediksi kenaikan dan penurunan harga saham memang juga dipengaruhi oleh rumor dan current issue atas perusahaan yang terkait. Namun, fluktuasi sebenarnya dipengaruhi utamanya oleh permintaan dan penawaran atas saham terkait.

Padahal hal ini sangat penting menjadi pertimbangan memutuskan pemilihan saham itu sendiri. Baik masalah tingkat kepercayaan, peluang mendapat keuntungan tinggi dan masih banyak lagi. Mengingat akan hal ini, mulai sekarang pastikan bahwa Anda memilih sendiri dan mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait pembelian saham tersebut. tidak hanya berdasarkan rumor.

Baca Juga: Fluktuasi Harga Saham: Resiko dan Potensi Keuntungannya

8. Belajar Dari Pengalaman

Terakhir, jangan lupa untuk senantiasa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Khususnya bagi Anda yang mungkin sudah pernah gagal menjalankan investasi saham, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pengalaman tersebut merupakan media terbaik untuk mempelajari bagaimana Anda bisa mendapatkan keuntungan tinggi dan resiko kecil dalam investasi saham.

Jangan berhenti belajar, carilah mentor yang sudah berpengalaman di dunia investasi agar langkah lebih terarah. Cari komunitas yang temanya dunia investasi, agar Anda memiliki teman yang sevisi.

Setiap ada yang salah, pastikan untuk mengoreksinya dan mengenali dimana letak kesalahan Anda. Sedangkan bagi yang masih pemula, maka akan sangat baik untuk belajar dari yang lebih berpengalaman dan segera memulai pengalaman pertamanya. Barulah setelah itu Anda bisa mengumpulkan pengalaman investasi untuk di pelajari lebih jauh ke depannya.

Sedikit informasi yang bisa disajikan terkait cara meminimalisir resiko investasi saham yang bisa menjadi rujukan penting Anda sebelum memulai investasi. Berbicara lebih jauh tentangnya, untuk bisa sukses dalam dunia investasi ini, maka Anda membutuhkan jiwa yang semangat dan pantang menyerah. Jika mungkin pernah gagal, Anda bisa mencoba lagi untuk menjemput kesuksesan. Jangan menyerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *