Saham Pemberi Dividen Terbanyak

Ada 20 saham pemberi dividen terbanyak salah satunya  adalah  PT.Unilever Indonesia. Dapatkan profit maksimal dengan risiko minim!

Pembagian dividen memang merupakan sebuah daya tarik agar investor mau melakukan pembelian saham. Pada dasarnya dividen sendiri adalah pembagian laba/untuk kepada para pemilik saham. Pemberian ini bertujuan untuk mengurangi jumlah laba yang masih tersimpan, serta mengurangi kas di perusahaan. Jika Anda berminat untuk berinvestasi saham, ada baiknya untuk mengetahui daftar saham pemberi dividen terbanyak agar laba yang diterima berlipat.

Sebelum mengetahui list saham pemberi dividen terbanyak, perlu diketahui ada dua jenis keuntungan yang bisa didapatkan. Bagi para pelaku pasar yang melakukan investasi pada pasar saham/modal, keuntungan yang didapatkan berupa capital gain dan dividen. Capital gain sendiri adalah selisih yang didapatkan dari nilai-nilai pembelinya dengan nilai penjualan. Sementara untuk dividen, keuntungan ini diperoleh dari perusahaan investasi kepada para pemegang saham.

Pada dasarnya, investasi saham yang memiliki tujuan untuk mendapatkan pembagian dividen disebut sebagai income investing. Memang pada income investing ini sendiri masih terdapat risiko, hanya saja tidak sebesar risiko yang dimiliki investasi saham melalui trading. Itu sebabnya, bagi Anda yang ingin berinvestasi pada pembelian saham tertentu namun mengkhawatirkan risiko dapat memilih income investing. Hal ini disebabkan, sejumlah saham yang rajin melakukan pembagian dividen sendiri terbilang cukup stabil dan tidak fluktuatif.

Baca Juga: Mencari Keuntungan dari Dividen atau Capital Gain?

Ciri Saham Pemberi Dividen Terbanyak

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan pembelian saham di sebuah perusahaan. Sebaiknya cermati beberapa ciri yang dimiliki oleh saham pembagi dividen yang paling banyak. Berikut beberapa ciri-cirinya:

· Emiten Mapan dan Konservatif

Pada umumnya, emiten yang rajin melakukan pembagian dividen paling banyak adalah perusahaan konservatif. Selain itu juga perusahaan telah masuk ke dalam kategori mapan, bukan tengah dalam proses pengembangan (growing).

Biasanya perusahaan dengan ciri seperti ini sudah tidak sering melakukan ekspansi. Melainkan telah stabil dalam bisnis dan keuntungan yang didapatkan. Karena sudah jarang melayani ekspansi, maka proses pemberian laba kepada para pemegang saham menjadi fokus utama.

Secara general, perusahaan yang memiliki DPR (Dividen Payout Ratio)  memiliki total kas yang besar. Sehingga tidak lagi memerlukan laba yang harus ditahan. Sedangkan pada perusahaan dengan jumlah DPR-nya kecil membutuhkan biaya ekspansi yang berkisar antara 20%-50% dari kas yang ada.

· Tingkat Konsisten Tinggi

Ciri emiten yang paling sering membagikan dividen terbanyak biasanya sangat konsisten dalam memberikan laba kepada pemegang saham. Perusahaan ini biasanya selalu memberi laba tepat waktu dan sesuai dengan besaran kepemilikan saham.

Itu sebabnya, Anda perlu melihat track record dari perusahaan tersebut dalam urusan pembagian dividen sekurang-kurangnya 5 tahun terakhir. Selain itu, wajib pula untuk mencari perusahaan yang membagi deviden yang selalu mengalami pertumbuhan di tiap tahunnya. Adapun minimal pertumbuhan dividen yang diberikan di atas 10 persen.

· Perhatikan Dividen Yield

Pengertian dividen yield adalah tingkat keuntungan yang dibagikan perusahaan dengan didasarkan pada nilai dividen per saham dibagi harga pasar saham. Sebagai contoh yaitu perusahaan Indofood Sukses Makmur membagikan dividen dengan nilai per saham Rp200. Sementara harga pasar berkisar Rp5.000, makan persentase besaran dividen yield adalah 4%.

Sebagai catatan, perusahaan yang memberikan nilai deviden yield dengan persentase besar, maka harga sahamnya akan melonjak drastis. Khususnya pada saat pengumuman pembagian dividen. Hal ini kemudian akan berimbas pada pembagian rewards yang diterima oleh para investor sangat besar. Ada baiknya untuk memilih saham yang memiliki deviden yield-nya di atas 3% .

· Pertumbuhan Pendapatan Signifikan

Ciri saham pemberi deviden terbanyak berikutnya adalah memiliki pertumbuhan pendapatan yang cukup stabil. Untuk memperoleh informasi mengenai pertumbuhan pendapatan ini, Anda dapat melakukan pengecekan pertumbuhan EPS (Eraning Per Share).

Pilih perusahaan yang mempunyai EPS di lima tahun atau pada 4 kuartal terakhir terbukti mengalami pertumbuhan pendapatan yang pesat. Jika kurva pertumbuhan pendapatan selalu mengalami kenaikan di setiap kuartal,  Anda tidak perlu ragu untuk melakukan pembelian saham perusahaan tersebut. Persentase pertumbuhan pendapatan perusahaan yang baik yaitu memiliki rata-rata lebih dari 10%.

· Memiliki Volatilitas yang Rendah

Poin lainnya yang perlu Anda perhatikan saat memilih emiten yang akan memberikan deviden terbanyak didasarkan pada tingkat volatilitas-nya. Volatilitas sendiri bermakna karakteristik utama yang dimiliki oleh pasar saham/modal.

Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.
Fluktuasi harga saham menjadi salah satu faktor penentu bagi investor. Trader lebih memilih saham gorengan yang fluktuatif untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu singkat, sedangkan investor jangka panjang lebih memilih saham blue chip yang cenderung stabil.

Anda harus memilih saham yang terbukti memiliki tingkat volatilitas yang rendah dan tidak mudah mengalami naik turun di setiap kuartal. Saham yang memiliki kecenderungan tidak stabil akan membahayakan income investing.  Kecenderungan volatilitas yang stabil sangat baik karena proses penyimpanan saham yang lama.

Volatilitas yang rendah juga bermakna bahwa dalam sebuah pasar saham di antara seller dan buyer, sama-sama tidak dalam posisi mendominasi pasar. Sehingga sangat aman untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.

Baca Juga: Beli Saham Bluechip atau Saham Gorengan?

Model Pembayaran Dividen

Terdapat dua model pembayaran dividen yang umum dilakukan:

· Pembayaran dalam bentuk tunai/cash dividen

Hal ini didasarkan pada jumlah saham yang dimiliki oleh para investor. Model ini biasanya dilakukan jika emiten/perusahaan memiliki uang dalam bentuk cash yang memadai.

· Pembayaran dalam bentuk saham/stock dividen

Pembayaran dividen dengan tipe ini berarti bahwa para pemegang saham akan mendapatkan tambahan saham yang digunakan sebagai pengganti cash dividen. Sebagai catatan, pemberian saham tambahan ini tidak melulu dalam bentuk saham yang sama. Namun, dapat pula saham tambahan dalam jenis yang berbeda.

Berikut 20 daftar saham pemberi dividen terbanyak  di Indonesia:

  • PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang memiliki jumlah saham sebanyak 493.568.320 lembar saham.
  • PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang jumlah saham dimiliki adalah 470.909.199 lembar saham.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jumlah 123.710.066 lembar saham.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan jumlah 213.594.060 lembar saham.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan jumlah 1.054.912.425 lembar saham.
  • BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dengan jumlah 315.746.123 lembar saham.
  • BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan kepemilikan sebanyak 266.849.559 lembar saham.
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan kepemilikan sebanyak 366.684.103 lembar saham.
  • PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dengan jumlah 411.735.753 lembar saham.
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan jumlah sebanyak 11.128.244 lembar saham.
  • PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dengan jumlah sebanyak 281.288.481 lembar saham.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan jumlah sebanyak 137.005.582 lembar saham.
  • PT lndocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan jumlah sahamnya 79.536.436 lembar saham.
  • PT lndo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan jumlah 36.921.126 lembar saham.
  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dengan jumlah 62.291.621 lembar saham.
  • PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dengan jumlah saham 73.150.024 lembar saham.
  • PTPT lndustri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (SIDO) dengan jumlah 128.058.643 lembar saham.
  • PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan jumlah 1.263.902.891 lembar saham.
  • PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan jumlah 69.047.933 lembar saham.
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan jumlah 19.738.349 lembar saham.

Baca Juga: Mengenal Saham LQ 45 Lebih Dalam

Demikian ciri dan daftar saham pemberi dividen terbanyak. Sebelum melakukan pembelian saham pada sebuah perusahaan, pastikan Anda memperhatikan ciri-cirinya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan profit/ laba yang diterima.

2 thoughts on “Saham Pemberi Dividen Terbanyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *