Penyebab Akun Adsense di-banned

Ada 11 penyebab akun Adsense di-banned, di antaranya  konten sensitif dan melanggar TOS. Simak 9  penyebab lainnya di artikel ini!

Apakah Anda tengah mencari tahu penyebab akun Adsense di-banned? Pada artikel ini, akan dibahas 11 alasan yang menyebabkan akun Google Adsense mengalami banned. Banned, hingga kini masih menjadi momok yang menakutkan bagi publisher pada Google Adsense. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, misalnya pendapatan yang telah dihasilkan akan hilang sia-sia. Maksudnya adalah, Anda tidak akan dapat mencairkan income yang didapatkan.

Pada dasarnya ketika akun Google Adsense Anda mengalami masalah pembekuan, biasanya pihak Google tidak akan memberitahu penyebab dari tindakan tersebut. Oleh karena itu, agar usaha yang telah dilakukan tidak sia-sia, maka perlu untuk mengetahui penyebab akun Adsense di-banned.

1.  Konten Termasuk Kategori Sensitif

Penyebab akun Adsense di-banned yang pertama adalah konten yang ada termasuk ke dalam kategori sensitif. Adapun jenis konten yang digolongkan ke dalam hal  sensitif seperti konten mengenai pornografi, perdagangan ilegal, atau judi. Konten yang berisikan tentang cara melakukan hacker, phising, atau crack juga digolongkan ke dalam konten yang berbau sensitif. Konten lainnya yang tergolong sensitif adalah konten rasis, penjualan obat-obatan terlarang atau senjata api/amunisi.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, pastikan agar konten yang Anda buat memiliki kualitas yang baik. Selain itu tentunya juga menjauhi untuk menulis hal-hal yang jelas melanggar term and condition yang ditentukan oleh pihak Google.

Baca Juga: Alternatif Pengganti Iklan Google Adsnese

2.  Penggunaan Bahasa yang Tidak Didukung Oleh Google Adsense

Pelanggaran berikutnya yang dapat disebut sebagai penyebab akun Adsense di-banned adalah mengenai penggunaan bahasa yang dipilih. Perlu untuk Anda ketahui bahwa Google Adsense tidak mendukung semua jenis bahasa dalam pengoperasiannya. Jika pelanggaran ini tetap dilaksanakan, maka efeknya adalah akun akan mengalami pembekuan dan seluruh penghasilan yang didapat tidak bisa dicairkan.

3.  Auto Blog

Tindakan satu ini termasuk ke dalam jenis pelanggaran yang tidak akan ditolerir oleh pihak Google. Pelanggaran jenis ini memungkinkan sebuah blog mempunyai konten yang diambil dari blog pihak lainnya secara otomatis. Dalam hal ini terjadi pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual milik pihak lain.

Selain melakukan “pencurian” terhadap konten website milik pihak lain, auto blog juga memungkinkan munculnya spam. Itu sebabnya tindakan ini dapat termasuk ke dalam pelanggaran aturan dari pihak Google.

4.  Pemasangan Iklan yang Tidak Sesuai Standar Google

Ketika Anda memiliki website dan telah mendapatkan persetujuan untuk memasang iklan oleh Google. Maka, yang perlu diperhatikan berikutnya adalah mengenai posisi peletakan iklan lekat atau iklan popup.

Jika Anda memosisikan iklan menggunakan teknik lekat, hal ini akan dianggap oleh pihak Google Adsense sebagai sebuah pelanggaran. Teknik ini menyebabkan pengunjung tidak dapat membaca konten dalam website tersebut secara leluasa. Hal ini disebabkan jika pengunjung melakukan scrolling, iklan akan tetap ada dan berimbas mengurangi kenyamanan pengunjung.

Selain itu pihak Google juga akan menganggap Anda melakukan pemaksaan terhadap pengunjung untuk melakukan klik pada iklan tersebut. Google Adsense juga mempunyai kaidah yang berhubungan dengan ketentuan jumlah iklan yang dipasang pada  satu halaman. Maka, pastikan jumlah iklan yang dipasang tidak melebihi ketentuan yang ada.

Peletakan iklan yang terlalu rapat atau tepat di samping gambar/video, juga menyebabkan akun Google Adsense dibekukan. Hal ini dikarenakan akan dianggap sebagai cara untuk memaksa  melakukan klik pada iklan tertentu.

Baca Juga: Cara Memasang Auto Ads Google Adsense beserta Kelebihan dan Kekurangannya

5.  Melakukan Mimicking Iklan

Tindakan pelanggaran berikutnya adalah meletakkan atau mengubah iklan agar serupa dengan warna pada konten. Hal ini akan mengakibatkan pengunjung tanpa sengaja melakukan klik pada iklan, karena dianggap masih bagian dari konten.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan iklan:

  • Jangan buat Google Adsense sticky atau lengket pada tampilan website/konten (membuat proses scroll terganggu).
  • Konten website hanya berisikan video saja.
  • Tidak boleh meletakkan iklan di halaman 404 atau halaman login.

6.  Pemasangan Internal Linking yang Tidak Tepat

Penyebab di-banned akun Google Adsense lainnya adalah Internal linking yang keliru. Ketika Anda membuat sebuah internal linking, pastikan anchor text yang digunakan merujuk kepada judul artikel yang dituju. Selain itu, halaman yang dituju pun harus ada di dalam blog yang sama, bukan blog milik pihak lain.

Jika pihak Google Adsense menemukan bahwa internal linking yang digunakan tidak berada pada blog yang sama, akun akan di-banned segera. Bahkan, jika penulisan anchor text tidak sesuai dengan judul artikel yang dituju, hal ini pun termasuk ke dalam kategori pelanggaran.

7.  Blog Hanya Untuk MPA (Made for Adsense)

Apakah blog yang Anda miliki hanya untuk mengejar penghasilan dari Adsense saja? Jika iya, maka siap-siaplah akun Google Adsense akan segera  di-banned. Namun, bukan berarti tidak boleh untuk menjadikan Adsense sebagai sumber penghasilan. Hanya saja, Anda perlu memperhatikan isi dari blog atau situs yang dimiliki. Jika situs/blog yang dimiliki tergolong minim informasi, maka akun Google Adsense hanya dianggap sebagai MPA saja.

Google memiliki teknologi yang canggih dan berguna untuk melakukan pemantauan terhadap setiap blog atau situs yang terafiliasi dengan Adsense. Jika ditemukan bahwa situs/blog tidak memiliki konten yang berkualitas, maka akan dianggap sebagai sampah.

8.  Konten Menjiplak (Copy Paste)

Konten sebuah situs atau blog yang hanya dibuat dengan cara menjiplak/copy paste tanpa izin pemilik, dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Ada baiknya jika Anda melakukan re-write dengan menggunakan bahasa sendiri, sehingga terhindar dari banned.

9. Traffic Situs/Blog Rendah

Google selalu melakukan pemeriksaan berkala untuk melihat jumlah traffic dari sebuah website yang telah dipasang iklan. Jika ternyata dalam proses pemeriksaan tersebut, website tidak mengalami kenaikan jumlah pengunjung. Maka, akan berakibat pada iklan Google Adsense akan di-banned pada website atau blog yang dimiliki. Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan untuk menulis konten yang berkualitas sehingga traffic akan mengalami peningkatan.

Supaya jadi blogger sukses, Anda wajib tahu beberapa tips meningkatkan traffic blog dengan tepat agar meraup penghasilan besar.
Dengan teknik yang tepat, traffic blog dapat meroket dengan cepat. Traffic yang sangat rendah atau malah menurun berpotensi ditandai oleh google.

10. Mengklik Iklan Sendiri atau Meminta Orang Lain

Pelanggaran berikutnya adalah Froud Click ( melakukan klik pada iklan yang Anda miliki). Tujuan dari tindakan ini adalah untuk meningkatkan traffic pada website atau blog. Hal ini juga bisa dilakukan dengan cara meminta pihak lain untuk melakukan klik pada iklan yang ada pada website/blog Anda.

Jika Google mengetahui tindakan ilegal ini, maka bersiaplah untuk mengalami banned. Perlu untuk Anda ketahui, bahwa tindakan banned ini tidak hanya berlaku pada iklan saja. Namun, dapat pula terjadi pada akun Google Adsense milik Anda.

Baca Juga: CTR Google Adsense Tinggi. Berbahayakah?

11. Melanggar TOS (Term of Service)

Penyebab akun Adsense di-banned lainnya juga dapat diakibatkan oleh tindakan melanggar Term of Service (TOS). Itu sebabnya sangat perlu untuk mengetahui dan memahami mengenai segala aturan yang berkaitan dengan larangan dan perintah.

Dengan menaati segala peraturan yang ditetapkan oleh pihak Google Adsense, maka akun Anda akan aman dari tindakan pembekuan. Setelah  mengetahui tentang 11 penyebab akun Adsense di-banned, Anda dapat menghindari segala larangan yang ada. Taati segala kaidah yang berlaku, dipastikan akun Adsense akan aman.

5 thoughts on “Penyebab Akun Adsense di-banned

  • Pingback:11 Penyebab Utama Akun YouTube di-Banned – Digital Station

  • July 30, 2019 at 4:36 pm
    Permalink

    gan….sebelumnya saya buat blogs, kemudian saya belikan domain, setelah itu saya belikan hosting……., diawal, sewaktu masih gratisan semua,,,saya coba untuk saya daftarkan ke google adsense…, dan udah bisa nayangin iklan, namun setelah saya belikan domain dan hosting (pake wordpres, awalnya pake blogspot)….malah adsense tidak bisa tayang….gmn gan caranya agar bisa disetujui unutk nayangin iklan adsense…..

    Reply
    • July 30, 2019 at 8:01 pm
      Permalink

      Waktu awal bikin akun adsense di blogspot, akun agan yang terdaftar adalah akun hosted karena daftar lewat blogspot (atau youtube). Nah, ketika ganti ke domain TLD, dibutuhkan akun non-hosted sehingga akun akan diupgrade menjadi akun non-hosted. Kemungkinan, akun dan domain baru agan sedang direview oleh pihak google untuk naik pangkat menjadi non-hosted.

      Kelebihannya, ketika sudah menjadi akun non-hosted, akun adsense bisa digunakan bersamaan dengan monetise youtube (sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku).

      Coba sering-sering cek akun adsense lewat komputer desktop. Biasanya ada informasi terkait akun agan.

      Semoga membantu

      Reply
  • October 18, 2019 at 1:16 am
    Permalink

    Mendapatkan persetujuan dari adsense tidak sulit waktu itu, terbilang mudah min, namun sesuai dengan alasan no.9 jumlah pengunjung yang tidak bertambah alias rendah, akhirnya penayangan iklan adsense pada blog saya dibatasi, bahkan hampir tidak ditayangkan. Menentukan tema untuk menulis jadi kendala saya min.. Sering bingung.. Mohon pencerahannya. Terima kasih.. Salam

    Reply
    • October 18, 2019 at 7:16 pm
      Permalink

      Kalau penulis hanya satu, usahakan memilih tema sesuai dengan passion atau hal-hal yang dipahami. Membuat artikel dengan tema yang masih awam tentu meningkatkan tingkat kesulitan membuat konten sehingga cepat bosan. Intinya, tetap konsisten saja dengan apa yang disukai atau dipahami.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *