Mengenal Instrumen Reksadana dan Jenis-Jenisnya

Bagi kamu yang baru atau ingin terjun ke dunia investasi pasar modal dan/atau pasar uang, reksadana cukup menjadi daya tarik dan memang cukup direkomendasikan. Kenapa? karena dana kamu yang disetorkan akan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan memiliki reputasi. Instrumen reksadana memang cocok untuk kamu yang belum berani atau tidak sempat mengelola dana investasimu sendiri.

Jadi, reksadana adalah pengumpulan dana dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi melalui portofolio investasi yang bisa berupa saham, deposito, obligasi, atau surat berharga lainnya. Singkatnya, dana anda dan para investor lain dikumpulkan dan dikelola oleh manajer investasi untuk mendapatkan imbal hasil / return.

Lalu, apa untungnya bagi manajer investasi mengelola dana kamu? Manajer investasi mendapat fee dalam mengelola dana dari investor. Secara persentase memang sedikit, namun, jika investornya banyak, manajer investasi juga mendapatkan banyak dari situ.

Apakah aman? Manajer investasi diawasi oleh OJK dan mereka juga mempertaruhkan reputasi mereka dalam mengelola dana investor. Jadi, kamu tidak perlu kawatir dana kamu disalahgunakan. Manajer investasi juga wajib melaporkan perputaran dan nilai investasi kepada OJK dan investor.

Reksadana memberikan berbagai keuntungan yang mungkin tidak diberikan oleh instrumen lain. Dibandingkan dengan deposito, reksadana bersifat lebih likuid, artinya lebih mudah dicairkan apabila dibutuhkan. Selain itu, reksadana juga lebih mudah ketimbang harus mengelola dana investasi sendiri. Intinya, reksadana memiliki kelebihan tertentu tergantung dari jenis reksadananya.

Secara garis besar, reksadana digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Berikut ini adalah jenis-jenis reksadana yang dikenal secara umum:

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market)

Di reksadana pasar uang, manajer investasi mengelola dana investor melalui portofolio yang sebagian besar (sekitar 80%) terdiri dari surat utang negara, deposito, dan sejenisnya. Sedangkan sisanya dikelola dalam bentuk obligasi jangka pendek.

Reksadana pasar uang merupakan instrumen yang paling stabil dengan resiko paling rendah, namun return yang dihasilkan juga tergolong rendah. Kelebihannya, reksadana pasar uang adalah yang paling mudah dicairkan dan paling cocok untuk dana darurat.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Fund)

Kebalikan dengan reksadana pasar uang, pada reksadana pendapatan tetap manajer investasi mengelola dana investor sebagian besar pada instrumen obligasi jangka pendek. Sedangakan sebagian kecil sisanya dikelola melalui surat utang negara, deposito, dan sejenisnya.

Mirip dengan reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap juga tergolong stabil dengan resiko yang rendah. Begitu juga dengan return yang dihasilkan juga rendah. Baik reksadana pasar uang dan pendapatan tetap cocok sebagai instrumen investasi jangka pendek.

3. Reksadana Campuran (Balanced Fund)

Nah, pada reksadana campuran, manajer investasi memiliki keleluasaan mengelola dana investor melalui pasar saham. Biasanya, setengah dari dana investor akan dikelola melalui instrumen investasi pasar saham dan setengah lainnya dialokasikan pada deposito, surat utang negara, obligasi, dan surat berharga lainnya.

Reksadana campuran merupakan instrumen investasi yang bisa dibilang ideal. Resikonya memang lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, namun, setengah dari dana investasi masih diamankan dengan diversifikasi resiko melalui pasar uang dan pendapatan tetap. Reksadana campuran sangat cocok untuk investasi jangka menengah hingga jangka panjang.

Baca Juga: Pentingnya Melakukan Diversifikasi Pengelolaan Investasi

4. Reksadana Saham (Equity Fund)

Pada reksadana saham, manajer investasi mengalokasikan sebagian besar dana investor ke pasar saham (sekitar 80%).  Sisanya, dialokasikan pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap.

Reksadana saham memiliki resiko paling tinggi diantara jenis-jenis reksadana lainnya. Sama halnya dengan berinvestasi secara langsung ke pasar saham, nilai investasi lebih fluktuatif. Bedanya, di reksadana saham dana investasi kamu dikelola oleh manajer investasi yang mungkin lebih berpengalaman dan memiliki reputasi. Reksadana saham cocok untuk investasi jangka panjang dan berpotensi mendapatkan return yang lebih tinggi, tergantung dari kelihaian manajer investasinya.

Manakah dari ke-empat jenis reksadana yang paling baik? tergantung dari kebutuhan kamu. Secara resiko, reksadana pasar uang memiliki resiko yang paling rendah dan reksadana saham memiliki resiko yang paling tinggi. Sejalan dengan resiko, reksadana pasar uang berpotensi memberikan return yang paling kecil dan reksadana saham memberikan potensi return yang paling tinggi (tergantung manajer investasi). Nah, pertimbangkan dari sisi mana kebutuhan investasi kamu. Jika masih bingung, reksadana campuran cukup layak sebagai instrumen yang moderat.

4 thoughts on “Mengenal Instrumen Reksadana dan Jenis-Jenisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *