Mempertimbangkan EPS (Earning Per Share) untuk Investasi Saham Jangka Panjang dan Pengaruhnya Terhadap Dividen

EPS (Earning Per Share) secara bahasa diterjemahkan sebagai laba per lembar saham. Artinya adalah jumlah laba yang diperoleh untuk setiap lembar saham yang beredar. Dalam berinvestasi, EPS yang besar berarti memiliki imbal hasil yang besar pula. Sebaliknya, net income negatif akan berdampak pada EPS yang negatir juga dan artinya perusahaan merugi. Secara sederhana perhitungannya adalah seperti dibawah ini.

Perhitungan EPS Sederhana

Secara sederhana, EPS dapat diperoleh dari laba bersih dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Contoh perhitungan adalah sebagai berikut.

Contoh: Perusahaan ABCD memiliki laba bersih sebesar 10 miliar rupiah. Jumlah saham beredar sebanyak 100 juta lembar saham. Maka EPS yang didapat dari perhitungan EPS sederhana adalah:

EPS = 10 miliar : 100 juta lebar saham = 100 rupiah per lebar saham.

Perhitungan EPS dengan Mempertimbangkan Saham Preferen

Jika Perusahaan memiliki saham preferen, maka Net income dikurangi dengan pembagian untuk saham preferen terlebih dahulu sebelum dibagi dengan jumlah saham biasa.

Contoh: Perusahaan ABCD memiliki laba bersih sebesar 10 miliar rupiah. Jumlah saham beredar sebanyak 100 juta lembar saham. Bagian yang dibagikan kepada pemiliki saham prefered sebesar 1 miliar rupiah. Maka perhitungan EPS adalah sebagai berikut:

EPS = (10 miliar – 1 miliar) : 100 juta lembar saham biasa = 90 rupiah per lembar saham biasa.

Perhitungan Dividen

Apakah hasil perhitungan EPS akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen? Belum tentu. Perusahaan umumnya akan menahan sebagian laba sebagai Retained Earning (Laba ditahan) sebagai modal dana untuk pengembangan dan ekspansi perusahaan. Singkatnya, sebagian laba yang ditahan ini, akan digunakan sebagai modal bagi Perusahaan dalam mengembangkan sayap dalam rangka mendapatkan laba yang lebih besar, misalkan dengan meningkatkan kapasitas produksi, membangun cabang, dan lain sebagainya.

Perhitungan Dividen per lembar saham didapat dari EPS dikalikan dengan DPR (Dividend Payout Ratio). Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut.

Contoh: Perusahaan ABCD memiliki laba bersih sebesar 10 miliar rupiah. Jumlah saham beredar sebanyak 100 juta lembar saham. Bagian yang dibagikan kepada pemiliki saham prefered sebesar 1 miliar rupiah. Perusahaan ABCD memberikan Dividend Payout Ratio sebesar 40%. Maka perhitungan dividen adalah sebagai berikut:

Dividen = (10 miliar – 1 miliar) : 100 juta lembar saham biasa x 40% = 90 rupiah per lembar saham biasa x 40% = 36 rupiah per lembar saham biasa.

Jadi, dividen yang yang diterima oleh pemegang saham biasa sebesar 36 rupiah per lembar saham biasa. Jika anda memiliki 5 lot saham ABCD, maka anda akan mendapatkan dividen sebesar:

Dividen yang diterima = 36 rupiah per lembar saham x 500 lembar = 18.000 rupiah.

Laba perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dipergunakan untuk ekspansi sebagai Retained Earnings (Laba ditahan) sebesar:

Retained Earnings = Net Income – Dividen saham preferen – Dividen saham biasa = 10 miliar – 1 miliar – (40% x 9 miliar) = 5,4 miliar rupiah

2 thoughts on “Mempertimbangkan EPS (Earning Per Share) untuk Investasi Saham Jangka Panjang dan Pengaruhnya Terhadap Dividen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *