Ajukan Pinjaman, Untung atau Rugi?

Kadang kala, kita masih bingung tentang untung rugi mengajukan pinjaman. Kita masih berhitung ketika membeli sesuatu dengan cara kredit, harga yang kita bayar nantinya bisa jadi dua kali lipatnya secara nominal. Namun, apakah kita hanya menghitung secara nominal? Bagaimana dengan nilai uang di masa depan dan inflasi?

Kita akan membahas tentang pinjaman. Apakah untung atau malah buntung? Kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan, serta apakah harus mengajukan pinjaman atau tidak, diluar pembahasan mengenai riba.

Pinjaman atas Properti

Saat ini, harga rumah maupun tanah sudah melangit. Jangankan di daerah Jabodetabek dan kota besar lainnya, di daerah pun, harga rumah sudah mulai melonjak. Nah disinilah banyak yang bingung apakah langsung mengajukan KPR, menabung dan membeli secara cash, atau malah ngontrak saja.

Memang secara nominal, total uang yang kita bayarkan ketika membeli secara kredit akan lebih banyak daripada membeli hard cash. Bisa dua kali lipat atau malah lebih. Namun, apakah anda bisa menabung dan membeli rumah secara hard cash? Kalau bisa, tentu saja anda tidak akan bingung. Masalahnya, ketika kita sudah menabung lama dan terkumpul untuk membeli rumah, rumah yang anda incar tadi harganya sudah jadi dua kali lipat atau mungkin lebih. Kecuali anda bisa menabung lebih cepat dari kenaikan harga properti.

Untuk itu, kita coba hitung jika kita mengajukan KPR.

Misalkan anda mengincar sebuah rumah dengan harga 210 juta dengan total DP 30 juta dan cicilan 2 juta/bulan selama 15 tahun. Setelah 15 tahun kemudian, cicilan anda sudah lunas dan total uang yang anda bayarkan adalah sebesar 390 juta atas rumah itu termasuk DP. Memang, anda membayar 390 juta untuk rumah seharga 210 juta. Tapi harga 210 juta itu adalah 15 tahun yang lalu. Pertanyaannya, berapa harga pasar rumah itu sekarang?

Jika rumah itu cukup strategis, harga sekarang bisa dua kali lipat, atau mungkin bisa lebih. Nah, anda tidak rugi bukan?

Jika anda menabung 2 juta sebulan selama 15 tahun, dengan tambahan 30 juta misalkan dari bonus/THR, maka dalam 15 tahun anda akan mengumpulkan 390 juta. Apakah rumah itu sekarang bisa dibeli dengan harga 390 juta? Bisa iya bisa tidak.

Kecuali, jika anda bisa menabung dengan cepat. Misalkan dalam 2 tahun anda bisa menabung sebesar 250 juta dan harga rumah tersebut menjadi 250 juta dalam 2 tahun, tentu saja anda masih bisa membeli secara cash.

Kesimpulannya, untuk urusan properti, saya menyarankan ambil KPR. Kemungkinan untung lebih besar jika anda mengajukan pinjaman untuk membeli properti.

Pinjaman atas Kendaraan

Sejujurnya, saya tidak menyarankan membeli kendaraan secara kredit. Kenapa? berbeda dengan properti yang harganya semakin tinggi, harga kendaraan malah terdepresiasi seiring dengan penggunaan. Anda membeli mobil seharga 200 juta, setelah 3 tahun dan anda ingin menjual, harganya sudah turun. Selain itu, kebanyakan orang lupa bahwa kendaraan juga membutuhkan biaya untuk operasional seperti BBM, perawatan, dan pajak. Belum lagi cicilannya.

Namun, membeli kendaraan secara kredit boleh saja jika itu memang kebutuhan, misalkan untuk kerja. Itu pun saya menyarankan membeli kendaraan berdasarkan fungsinya, misalkan untuk roda dua membeli motor matik seperti mio atau beat, yang penting bisa dimanfaatkan secara optimal. Untuk roda empat, beli saja LCGC, yang penting bisa digunakan untuk bekerja dan tidak kepanasan atau kehujanan.

Jadi, kesimpulannya untuk kendaraan lebih baik beli secara cash bila mampu. Jika tidak, membeli kendaraan bekas menjadi alternatif. Jika anda tak mau mengambil resiko membeli kendaraan bekas dan tidak mampu membeli kendaraan baru secara cash, boleh saja beli kredit. Yang penting sesuai dengan cicilannya. Belilah berdasarkan fungsi. Motor matik murah atau mobil LCGC.

Pinjaman atas Barang Lainnya

Untuk barang lainnya, masih sama dengan kendaraan. Sebisa mungkin tidak kredit. Kredit hanya boleh ketika benar-benar butuh dan anda memang tidak mampu membeli secara cash, misalkan komputer/laptop untuk kerja. Tentu saja, belilah komputer/laptop sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, jangan berlebihan. Alternatif lainnya adalah membeli komputer/laptop bekas yang kondisinya masih baik.

Kesimpulan

Secara nominal kita membayarkan lebih mahal dari harganya ketika kita membeli kredit. Namun, membeli properti secara kredit bisa malah menguntungkan mengingat harganya yang semakin tak terbeli.

Di sisi lain, saya sangat tidak menyarankan untuk membeli barang lain secara kredit selain properti, kecuali anda memang butuh dan mendukung pekerjaan/usaha anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *