Stasiun Antariksa China akan Jatuh di Wilayah Indonesia?

Tiangong-1, Statiun Antariksa milik China, pertama kali diluncurkan pada 29 September 2011 dari Jiuquan Satellite Launch Center, China. Tiangong-1 yang berbobot 8.5 ton ini mengorbit pada ketinggian 350 kilometer dan selalu dipantau ketinggiannya. Stasiun luar angkasa ini juga pernah ditempati oleh astronot di tahun 2012-2013. Pada tahun 2016, ketinggian Tiangong-1 tidak dapat dikendalikan dan mulai menurun mendekati bumi. Tiangong-1 diperkirakan akan jatuh di wilayah Indonesia pada bulan April 2018.

Perlukah kita khawatir akan kejatuhan objek antariksa ini?

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) belum mengetahui titik jatuhnya Tianggong-1. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kemungkinan jatuhnya Tiangong-1 ke wilayah Indonesia. Stasiun luar angkasa tersebit akan terpecah dan sebagian besar terbakar begitu memasuki atmosfer bumi. Pada ketinggian 120 kilometer, atmosfer cukup padat untuk membuat Tiangong-1 terpecah dan terbakar. Hanya dalam hitungan menit, pecahannya akan jatuh dan terbakar. Sisa pecahan yang mencapai bumi juga kemungkinan besar akan jatuh di tempat yang tidak berpenghuni.

Meskipun begitu, masyarakat diharapkan agar tetap waspada. Masih ada potensi bahaya jatuhnya puing dan potensi bahaya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine. Masyarakat diimbau untuk tidak memegang langsung pecahan dari Tianggong-1.  Diharapkan jika ada masyarakat yang menemukan pecahan objek antariksa yang jatuh untuk segera melaporkan ke petugas terdekat untuk diteruskan kepada LAPAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *