Pilih Action Camera Atau Dashcam?

Jaman sekarang, teknologi sudah semakin maju. Dulunya kita menggunakan kamera roll yang cukup mahal untuk mengabadikan momen. Sekarang, semua smartphone sudah dibekali dengan kamera atau bahkan perekam video. Bahkan, smartphone high-end sudah dibekali dengan kamera dan perekan video dengan kualitas yang sangat bagus. Namun, tentu saja fungsi utama smartphone adalah untuk media informasi dan komunikasi. Bagaimana dengan action camera atau dashcam? tentunya fungsinya lebih spesifik ke perekaman video. Mana yang lebih baik? mari kita simak ulasan berikut.

Action Camera

Action camera mirip dengan handicam, bahkan biasanya lebih tahan terhadap guncangan atau bisa digunakan di dalam air (kebanyakan case underwater dijual terpisah). Action Camera juga dibekali dengan mounting untuk dipasangkan pada tripod/bipod, helm, dasbor, dan lain sebagainya. Action camera dibekali dengan baterai yang cukup untuk merekam aktivitas, biasanya tahan 4-7 jam, tergantung dari spesifikasi. Beberapa action camera high-end berharga mahal dibekali dengan fitur car mode yang memiliki fungsi mirip dashcam.

Baca Juga: Rekomendasi Action camera Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Dashcam

Dashcam juga merupakan sebuah alat perekam. Berbeda dengan action camera, dashcam lebih diperuntukan pada perekaman di dasbor mobil. Baterai yang dipasangkan pada dashcam sangat kecil dan hanya bertahan beberapa detik saja. Namun, ketika dashcam dicolokkan pada power outlet, dashcam bisa beroperasi secara non-stop. Dashcam juga memiliki fitur loop yang memungkinkan untuk overwrite data yang tersimpan dengan perekaman baru secara nonstop. Sensor guncangan juga tersedia yang berfungsi untuk mengamankan rekaman ketika guncangan terjadi agar tidak ter-overwrite. Fitur ini memungkinkan untuk merekam kejadian penting agar tersimpan dan dapat dijadikan bukti (misalkan kecelakaan atau untuk klaim asuransi). Kebanyakan dashcam langsung melakukan perekaman begitu dashcam menyala.

Mana yang lebih baik?

Tergantung kebutuhan. Jika digunakan pada dasbor mobil, dashcam tentu dapat memberikan manfaat lebih banyak. Meski begitu, action camera high-end juga dibekali dengan fitur car mode yang berfungsi layaknya dashcam, misalkan dibekali dengan fitur sensor guncangan dan loop. Yang perlu diingat, action camera memiliki baterai yang cukup besar sehingga perekaman dapat dilakukan selama 4-7 jam tanpa dicolokkan. Jika dicolokkan, tentunya bisa juga beroperasi non-stop. Namun, mungkin tidak baik untuk umur pakai baterai dan mungkin menjadi panas. Belum lagi panas matahari dari kaca depan yang mungkin dapat merusak atau bahkan membuat baterai meledak. Kesimpulannya, jika dipasangkan pada dasbor, dashcam adalah pilihan yang bijak.

Jika digunakan untuk aktivitas outdoor atau outdoor yang jauh dari power outlet, action camera tentu lebih cocok karena memang didesain untuk itu dan memiliki baterai yang tahan 4-7 jam. Sedangkan pada dashcam hanya bisa bertahan beberapa detik saja meskipun bisa diakali dengan mencolokkan pada powerbank namun tentu saja mengurangi kepraktisan.

2 thoughts on “Pilih Action Camera Atau Dashcam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *