Resiko dan Keuntungan Menabung Saham

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang gencar mensosialiasikan gerakan menabung saham. “Yuk Nabung Saham” sudah digencarkan sejak tahun 2015 lalu. Sekarang, saham memang bukan hal yang asing dan eksklusif lagi mengingat teknologi informasi semakin canggih. Semua orang bisa membeli dan menjual saham tanpa proses yang ribet. Hanya mengandalkan sebuah smartphone atau laptop, anda sudah bisa bertransaksi saham. Nah, bagaimana dengan resiko dan keuntungan menabung saham dibandingkan dengan menabung di bank atau deposito? mari simak ulasan berikut ini.

Keuntungan Menabung Saham:

  1. Menabung saham memberikan anda keuntungan dividend, meskipun kecil. Yaitu imbal jasa atas investasi anda pada perusahaan.
  2. Menabung saham jangka panjang pada perusahaan yang bonafit memberikan capital gain, yaitu kenaikan nilai saham yang anda miliki. Misalkan anda membeli saham A dengan harga 200 rupiah per lembar saham, setahun kemudian, nilai saham A menjadi 300 rupiah per lembar saham dan anda menjualnya. Artinya anda mendapat capital gain sebesar 100 rupiah per lembar saham.
  3. Dana investasi terpisah dengan tabungan, sehingga anda dapat mengatur keuangan dengan mudah.
  4. Dana mengendap pada Rekening Dana Investor (RDI / RDN) juga mendapat bunga.
  5. Dana investasi mudah dicairkan.
  6. Keamanan dan regulasi dijaga dan diawasi oleh OJK
  7. Selain menabung, dimungkinkan juga untuk trading saham yang memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dan tentunya dengan resiko yang lebih besar juga.

Resiko Menabung Saham

  1. Perubahan regulasi yang memungkinkan naik-turunnya harga saham
  2. Isu-isu strategis juga memungkinkan naik-turunnya harga saham
  3. Tanda-tanda kebangkrutan dapat menurunkan nilai saham secara signifikan

Secara keseluruhan, menabung saham memang cukup menggiurkan. Namun, perlu diingat dengan frasa high risk high return. Keuntungan yang besar didapat dengan resiko yang tinggi. Namun jika anda membeli saham perusahaan yang sudah settle dan bernama besar atau BUMN, biasanya sahamnya naik sedikit demi sedikit. Untuk itu, jika anda berminat menabung saham dalam jangka panjang, belilah saham yang stabil. Meskipun naiknya sedikit, tapi stabil dan kemungkinan kerugian juga lebih kecil. Sebaliknya jika anda berniat trading saham, biasanya trader memilih saham yang naik-turun untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan, namun tentunya dibarengi dengan resiko yang tinggi. Jika anda menabung saham pastikan saham anda memilih saham yang likuid agar mudah dicairkan jika sewaktu-waktu diperlukan

6 thoughts on “Resiko dan Keuntungan Menabung Saham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *